Di Bawah Kepak Sayap-Nya

. Hits: 76

 

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 April 2022 – Oleh Pdt, Andrew M. Assa

 

Zakharia 2:8, kita adalah biji mata-Nya. Kita umat kesayangan-Nya, kita dibela-Nya. Mazmur 91:1-2, ”Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Ketika kita beribadah kepada Tuhan, kita diberkati oleh Allah Yang Mahatinggi; berkat untuk diangkat, berkat untuk menguasai, dan berkat untuk memiliki. Tuhan memberkati kita lengkap, roh, jiwa, dan tubuh. Berkat ini diberikan pada orang yang bernaung pada Allah Yang Mahakuasa. Kejadian 17:1, Abraham diberkati oleh Allah El Shadai. Bermalam berarti melewati gelap. Tuhan yang memegang janji (Mazmur 91:2), kata Allahku menggunakan kata Elohim (Allah menciptakan langit dan bumi). Datanglah pada Tuhan yang memegang janji.

 

Kejadian 17:2, “Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, Aku akan membuat engkau sangat banyak.” Kejadian 17:4, “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.” Kita ini pihak yang tidak berdaya, tetapi dari pihak Tuhan, Dialah yang berjanji. Kejadian 17:7, “Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.” Tuhan berjanji kepada setiap kita yang mendengar. Dia adalah Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia. Kejadian 21:1, saat Abraham dan Sara sudah mengalami masa sulit untuk memiliki keturunan, Dia adalah Allah yang sedang mengembangkan sayap. Maukah kita masuk didalamnya?

 

Orang yang berlindung dalam naungan Yang Mahatinggi, bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa, adalah tawaran dari Tuhan. Tetapi ke-Mahakuasaan-Nya tetap dibatasi dengan kehendak bebas manusia. Lukas 13:34, “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama sepertiinduk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.” Allah selalu punya hati ingin lindungi umat-Nya. Orang yang benar-benar mau berkata pada Sang Pemegang janji, “Engkau adalah tempat perlindunganku, Engkau adalah kubu pertahananku, Engkau adalah Elohim yang kupercaya”, merekalah yang menikmati kuasa Allah.

 

Lukas 19:41-44, saat Yesus masuk Yerusalem menaiki keledai muda, Yesus menangisinya. (Ayat 2) Yesus tahu ketika masuk dalam lindungan-Nya, ada damai sejahtera. Tetapi seperti tidak terlihat oleh mata mereka. (Ayat 3-4) Ada banyak orang bisa mengerti pengetahuan firman Allah, tetapi untuk masuk pada pengertian waktu Tuhan, tersembunyi bagi orang Yerusalem. Yesus sudah ada sebelum dunia dijadikan dan tahu tentang masa depan. Yesus menangis karena mereka menolak perlindungan Tuhan. Galatia 2:21, “Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.” Kita memang punya pengalaman, tetapi tetap berlindung pada-Nya. Dia adalah Yehova, Allah pemegang janji.

 

Ulangan 23:3-4, “Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,” Ini adalah peraturan. Tetapi ada seorang janda Moab, ikut mertuanya kembali ke Betlehem. Orang Betlehem tahu peraturan Musa ini. Naomi dan Rut kemungkinan menjadi buah bibir karena tidak mengikut peraturan. Rut tidak punya dasar hukum dan hak untuk tinggal di Yerusalem. Rut 2:3, “Pergilah ia, lalu sampai di lading dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas” Rut tidak tahu apa-apa tentang bangsa mertuanya, dia tidak punya sanak saudara, dia punya iman yang sederhana. Allah tuntun dia pada kebetulan ilahi. Rut 2:11-12, ini adalah perkataan Boas, ia memiliki semua rekaman tentang Rut. (Ayat 12)Tuhan kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh Tuhan, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.” Ketika berlindung pada Allah Yang Mahakuasa, dia punya kepastian dan Tuhan sediakan upah sepenuhnya. Kalau Tuhan sudah memberkati, tidak ada yang bisa mengambilnya.

 

Amin.

 

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}