on on Hits: 7

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 8 Mei 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kesanggupan ilahi hanya dibatasi oleh kehendak bebas kita. Ketika kehendak bebas kita menolak atau tidak sefrekuensi dengan Dia, maka kesanggupan-Nya itu justru dibatasi oleh kehendak kita sendiri. Permasalahannya, Tuhan Mahakuasa, tapi berapa banyak kali manusia tidak satu frekuensi dengan ke-Mahakuasaannya Tuhan. Apakah hidup kita tersedia buat Tuhan? Ketika kita membuka hati untuk Tuhan dan Roh Kudus bekerja, Roh Allah akan membuat kita satu frekuensi dengan Tuhan.

on on Hits: 15

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 Mei 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Lukas 19:44 - dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau." Ini adalah peringatan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang mengabaikan lawatan Allah. Ketika mengabaikan maka akan alami kebinasaan. Yesus adalah Allah atas ruang dan waktu, Dia sudah lihat jauh ke depan. Kehadiran Yesus adalah bukti Allah melawat umat-Nya. Ayat 41-42, sebetulnya lawatan Allah menghasilkan damai sejahtera, tetapi hal itu tersembunyi kamu. Ketika kita responi lawatan-Nya Tuhan adalah Allah keselamatan kita, tetapi Dia juga Allah damai sejahtera kita. Ayat-ayat ini bukan ditujukan untuk mereka yang tidak mengetahui firman, para ahli Taurat bahkan bisa memberikan nasihat kepada Herodes waktu Yesus akan lahir, tapi yang datang ke Betlehem hanya orang majus dan para gembala. Ahli Taurat tahu firman tapi mereka tidak datang karena mereka tidak mau sambut lawatan Allah. Jangan hanya sekadar makin lama makin tahu firman tapi giliran menghadapi fakta yang diperkatakan faktanya. Bukankah ketika firman menjelma menjadi manusia bertabernakel/diam di antara kita (Yohanes 1)? Sebetulnya lawatan Allah tergantung apakah kita responi Dia?

on on Hits: 39

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 April 2022 – Oleh Pdt. Yohanes Budi

Pengkotbah 3:1-4, [3:1] “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” Pengkotbah 3:11, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunyaAllah bekerja menurut rancangan, waktu, dan kehendak Allah. Kata ‘melawat’ dalam Alkitab tidak banyak. Allah melawat umat-Nya hanya dalam waktu-waktu tertentu. Allah menyatakan kemuliaan-Nya secara khusus bagi pribadi-pribadi yang dikasihi-Nya. Lawatan dalam KBBI artinya menjenguk. Menjenguk digerakkan oleh belas kasihan, ingin menolong, keinginan untuk bertemu secara khusus dan pribadi. Hal ini berlaku bagi sahabat dan orang yang dikasihi.

Apa yang ada di dalam hati Tuhan ketika melawat umat-Nya?

on on Hits: 43

Ringkasan Khotbah Ibadah Paskah Sore, 17 April 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa 

Yesus hidup membuktikan termasuk kematian tidak pernah bisa menghalangi Tuhan kita. Ketika kita menjadi satu kematian dengan Kristus maka kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya. Kebangkitan-Nya menjadi kepastian, kalau kita punya harapan sekalipun tidak ada dasar secara logika, tapi kalau tetap mau berharap tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Yohanes 3:16 - Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ada empat tema utama di ayat ini:

on on Hits: 34

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 10 April 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita mau masuk dalam perlindungan Allah, Allah sudah siapkan kebetulan-kebetulan Ilahi. Mazmur 91:9-11 - Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,.... Kata “tempat perteduhan” menggunakan kata maon. Kekuatan kita terbatas, tapi jadikan Yesus tempat perteduhan kita. Yesus pernah sampaikan ke umat-Nya, “Yerusalem, Aku ini seperti induk ayam yang mau melindungi anak-anaknya, tapi kamu tidak mau.” Tidak heran bahkan dalam Lukas 19:42, ketika Yesus mau memasuki Yerusalem, Dia menangisi kota Yerusalem itu. Tuhan sudah sediakan damai sejahtera di dalam perlindungan-Nya. Terima ajakan Juruselamat, jadikan Yang Mahatinggi tempat perlindungan dan perteduhan kita.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela. Mazmur 68:20

 

Kesetiaan Tuhan itulah yang menjaga kita untuk bisa melewati tahun yang sukar dibawah ancaman pandemi Covid-19.  Kita masuki 2022 bersama Tuhan, pencipta langit dan bumi.Tema gereja di tahun 2022 adalah: GOD OF TIME AND SPACE (Tuhan atas Ruang dan Waktu). 

 

Hidup kita dibatasi oleh ruang. Kita berada dalam 3 dimensi: panjang, lebar dan tinggi/dalam.  Pandangan, pendengaran, dan kekuatan kita dibatasi oleh 3 dimensi tersebut.  Walaupun manusia dengan teknologinya berusaha untuk mengatasi keterbatasan alamiah tersebut, tetapi masih banyak hal serta dimensi yang tidak bisa kita jangkau.Kedua, manusia dibatasi oleh dimensi waktu, bahkan untuk hal ini manusia baru hanya bisa berimajinasi mempunyai “mesin waktu”, yang bisa kembali kemasa lalu atau meluncur kemasa depan. Teori memang dapat merumuskannya, tetapi kenyataan faktual belum bisa mewujudkan penguasaan manusia terhadap waktu.  Kita hanya bisa menjalani hari demi hari secara konsisten. 

 

Kabar baiknya, dengan iman kita percaya bahwa Tuhan-lah pencipta semua itu. Ini bisa dibuktikan bahkan dari ayat pertama dalam Alkitab, dalam Kejadian 1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”.  Ada 5 hal terkandung diayat ini: 

“Pada mulanya” – sebelum ada segala sesuatu, termasuk sebelum ada waktu (karena waktu adalah ciptaan Allah).

“Allah” – the great I’am, DIA-lah Sang Kuasa itu

“menciptakan” – menunjukkan kuasa-Nya, mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

“langit” – space, bicara tentang ruang yang tak terbatas.

“dan bumi” – benda, wujud apapun di bawah kolong langit ini, baik benda mati maupun mahluk hidup.

Yohanes 1:1-3 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

 

Allah, itulah yang berfirman kepada kita. Dan saat kita responi Firman-Nya serta taklukkan diri untuk menaati-Nya, kita sebenarnya sedang masuk kedalam kuasa yang besar itu. Kita menjadi sefrekuensi dengan DIA. Disanalah kuasa Ilahi-Nya dapat bekerja, mengubahkan kita, menolong kita, bahkan memberi kita kuasa untuk menggenapi seluruh kehendak-Nya, kita alami kemaksimalan hidup.

 

Karena itu, masuki tahun 2022 dengan iman pada Tuhan dan Firman-Nya.  Kepada Yesus, Firman yang telah menjelma menjadi manusia dan berdiam (Imanuel) diantara kita. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;  (Yohanes 1:16)

 

Allah atas Ruang dan Waktu akan menjadi pengalaman pribadi setiap kita (khususnya jemaat COTW) yang mau datang ke bawah naungan kuasa-Nya.Yesaya 65:24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya.

Rhema Hari Ini

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat (tidak percaya) kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

Yohanes 3:36

Syarat "keselamatan" dari dunia sampai ke sorga, hanya percaya kepada Yesus (Allah yang menjelma menjadi manusia -Sang Putra).