Mempergunakan Waktu Dengan Bijak

. Hits: 203

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 Desember 2025 Oleh Pdt. Bambang Tri Susilo

Mempergunakan waktu dengan bijak: mempergunakan momentum yang Tuhan sudah berikan dalam kehidupan kita. Di gereja-gereja mainstream saat ini adalah masa Raya Advent (menanti kelahiran Sang Mesias). Ada tokoh-tokoh yang selalu disampaikan untuk menjadi bahan perenungan untuk jemaat, sehingga mereka menjadi pribadi-pribadi yang kuat, yang senantiasa bisa mengingat bahwa momen Natal bukan hanya momen yang diceritakan sebagai mitos, tapi momen yang disampaikan sebagai fakta-fakta sejarah iman Kristen. Iman Kristen itu bukan hanya dibangun atas dasar cerita-cerita orang-orang tua, tapi juga atas dasar fakta-fakta sejarah.

Ada dua tokoh yang selalu direnungkan di masa Advent yaitu Yusuf dan Maria.

Matius 1:18 -  Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Matius 1:22-25. Ada satu peristiwa dimana Maria dijumpai oleh malaikat Tuhan. Bicara soal Kairos adalah bicara soal momentum dimana Allah menyatakan diri-Nya, kuasa-Nya, menyampaikan isi hati-Nya di tengah-tengah sejarah perjalanan kehidupan manusia, di tengah-tengah kronosnya seseorang. Perjalanan Maria dalam mengikut Tuhan sebagai seorang yang penuh integritas (dapat dipercaya dan bertanggung jawab) ada masa Kairos Tuhan, dia dijumpai malaikat Tuhan. Bukti pribadi yang penuh integritas: ayat 23 - anak dara = almah (bhs. Ibrani), parthenos (bhs. Yunani) = perawan. Kata integritas diambil dari bahasa Latin integer = utuh. Maria adalah pribadi yang jujur, konsisten, bertanggung jawab, transparan, anggun (wanita)/berwibawa (pria) dan berani. Saat malaikat menjumpai Maria, dia adalah wanita yang luar biasa. Allah memilih seseorang untuk maksud dan tujuan-Nya bukan wanita yang biasa, tapi wanita yang punya integritas. Selama ini kita menjadi orang Kristen seperti apa? Milikilah integritas. Maria bisa dilihat dan dinilai orang lain bahwa hidupnya memegang nilai-nilai yang ada pada saat itu. Jaman Maria tradisi Perjanjian Lama itu kental, mereka memegang tradisi Sh’ma (memegang baik-baik, mendengar Firman baik-baik, mengikuti kebenaran Firman yang ada banyak aturan). Berita yang dibawa malaikat saat itu adalah: “Maria, engkau akan mengandung.” Ayat 23. Bagi seorang yang memiliki integritas kira-kira apa yang ada dibenaknya Maria? Sistem nilai yang ada di masyarakat dan keagamaan Maria pegang teguh. Bandingkan Lukas 1:34. Hati seseorang yang penuh integritas tentu akan memberontak. Jawaban Maria: alamiahnya seorang yang mengandung bersuami. Tapi itu ditekankan kamu yang masih murni akan mengandung dari Roh Kudus. Dalam benak pikiran Maria itu sesuatu yang ganjil yang berbeda dengan akal karena ada benih yang Kudus yang akan dimasukkan dalam rahim Maria, tapi itu sangat logis bagi Allah. Bukan berarti itu tidak masuk dalam akal Tuhan, itu berbeda dengan akal kita. Pendidikan orang Yahudi dari kecil 5 tahun ke bawah diajar baca tulis. Usia 12 tahun disahkan sebagai anak Torah di Bait Allah, mereka sudah bisa membaca pengajaran firman, mengerti dan menghidupi. Bagi Maria itu sesuatu yang ganjil saat rancangan Tuhan, anugerah Tuhan, kesempatan disampaikan. Itu tidak menyenangkan karena dia pribadi yang memiliki integritas di dalam kehidupannya. Lukas 1:38, Maria diberi kesempatan memilih, mau mengambil atau tidak. Maria mengambil kesempatan itu. Kadang kita melewatkan kesempatan yang Tuhan berikan pada kita. Kalau kesempatan itu sulit, tidak menguntungkan sepertinya buat kita, kita lewatkan begitu saja. Padahal kesempatan-kesempatan itu untuk mempromosikan hidup kita. Mari belajar seperti Maria, terima kesempatan itu dengan penuh kerendahan hati dan tanggung jawab.

Apakah Yusuf juga demikian? Matius 1:24. Malaikat Tuhan menjumpai saat Yusuf tidur. Bagaimana kondisi hati Yusuf saat itu? Yusuf dalam kondisi hati yang bimbang. Bagi orang yang sama-sama memiliki integritas maka tidak mudah memberikan sebuah keputusan. Dia harus mengambil keputusan dengan pemikiran dan pertimbangan yang matang. Dia sempat bimbang dan berpikir untuk menceraikan Maria secara diam-diam. Dia alami perjumpaan dengan malaikat dalam mimpi, membuatnya mantap mengambil keputusan mengambil Maria sebagai istri. Butuh kepekaan untuk melihat setiap kesempatan yang ada. Lukas 2:4-5. Yusuf menerima Maria sebagai istri yang sah. Matius 1:25, mereka dalam perjalanannya tetap menjaga kemurnian dari kandungan Maria sampai Maria melahirkan.

Keputusan yang diambil oleh Maria dan Yusuf itu menyenangkan hati Allah. Mazmur 37:3 - Tetapi percayakanlah dirimu kepada TUHAN! Bersikaplah baik dan murah hati terhadap orang lain, maka engkau akan hidup makmur, aman, dan tentram di negeri ini! Mazmur 37:23 - Langkah orang-orang baik dibimbing oleh TUHAN. Ia senang dengan setiap langkah mereka (FAYH). Saat Tuhan beri kesempatan yang terbaik kepada kita, mari belajar untuk bisa mengambil keputusan yang tepat, yang sesuai dengan keinginan Tuhan, sehingga itu berguna untuk kehidupan kita. Jangan sia-siakan momentum yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Orang yang bijaksana adalah orang yang bisa memanfaatkan momentum yang Tuhan berikan dalam kehidupannya.

Amin.