Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 Januari 2026 Oleh Pdm. Santy S. Lamba
Roma 8:11 - Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Ada tiga Pribadi yang terlibat aktif: 1. Roh Dia (Bapa) Pribadi yang berkuasa atas maut; 2. Yesus jaminan kita akan dibangkitkan; 3. Roh-Nya (Roh Kudus) diam di dalam hidup kita.
1. Hidup kita adalah kediaman Roh Kudus.
Diam artinya menetap, bukan kunjungan singkat. Roh itu tinggal dalam kita. 1 Korintus 6:19-20. Ada dua kata Yunani untuk bait Allah: Hieron (seluruh kompleks bait) dan Naos (ruang maha kudus/tempat kediaman Allah). Paulus menggunakan kata naos. Kita berharga di mata Tuhan, dibayar lunas. Lunas: tunai (TL) sah. Kita milik Allah, ada perpindahan hak milik. Manusia lama telah mati, dan manusia baru sepenuhnya menjadi milik kerajaan Allah. Puji Tuhan, hidup saya milik Allah, milik Allah tidak akan dibiarkan.
Betapa pentingnya orang harus menyadari kalau dirinya Bait Allah. Mazmur 51:10-11. Raja Daud menyadari betapa pentingnya Roh Kudus. Raja Daud ketika ditegur nabi Natan tidak tinggal dalam kelemahannya, tidak mengeraskan hati, tapi datang mengakui di hadapan Tuhan.
Mengapa Roh Kudus begitu penting dalam hidup kita? Karena Roh Kudus: 1. Penolong Yohanes 14:16; 2. Menyertai Yohanes 14:17; 3. Membantu berdoa Roma 8:26.
2. Hidup manusia fana.
Kita diingatkan bahwa Roh akan menghidupkan hidup kita yang fana. Fana: tidak kekal, sementara, rusak atau binasa. Sadari, manusia mengalami penurunan secara fisik, secara umum seperti rumput. Yesaya 40:6-8 realita kondisi manusia sebelum masuk ke dalam janji pemulihan. Seluruh manusia seperti rumput (fana). Rumput simbol dari sesuatu yang tumbuh cepat namun sangat rentan terhadap panas matahari padang gurun. Rumput tidak memiliki daya tahan permanen. Semaraknya seperti bunga di padang: bunga mungkin terlihat indah, tetapi ia lebih rapuh daripada rumput. Keindahannya singkat. Yakobus 4:14-15 seperti uap. Tetaplah percaya pada firman karena kita dilahirkan dari benih yang tidak fana. Respice post te! Hominem te esse memento! Memento mori! Frasa Latin yang secara harfiah berarti "Lihatlah ke belakangmu, ingatlah bahwa kamu (hanyalah) manusia, (fana) ingatlah bahwa kamu akan mati". Kalimat ini digunakan untuk mengingatkan jenderal Romawi yang menang perang agar tetap rendah hati dan menyadari kefanaan hidup. Tradisi Romawi Kuno yang muncul dari perayaan kemenangan militer Romawi. Pelayan berdiri di belakang jenderal yang menang dalam kereta kencana dan membisikkan, "Respice post te. Hominem te esse memento. Memento mori!" Ini mengajarkan: kerendahan hati, kefanaan, hidup dengan penuh kesadaran (tidak menyia-nyiakan waktu). Segala pencapaian karena anugerah Tuhan.
3. Roh yang menghidupkan.
Roma 8:11, kita memang fana, tapi berita sukacitanya tubuh yang fana dihidupkan oleh Roh Allah. 1 Petrus 1:23, dilahirkan dari benih yang tidak fana (Firman Allah). Yesus sang Firman, Adam kedua adalah Roh yang menghidupkan. Apapun yang mati Tuhan sanggup hidupkan. Ketika Roh itu membangkitkan kita bukan hanya masa sekarang tapi juga di masa datang. Iman kita harus memandang jauh ke depan bahwa ada hidup sementara dan hidup kekal. Roh akan menghidupkan pada kebangkitan pertama untuk orang percaya (menerima hidup kekal). Kebangkitan kedua untuk orang fasik (menerima penghakiman/mati kekal. 1 Tesalonika 4:16. Teruslah setia mengiring Yesus, barangsiapa yang percaya tidak akan binasa. Yohanes 11:25 Yesus kebangkitan dan hidup.
Di masa kini Tuhan juga akan membangkitkan kita. Apa yang dibangkitkan dimasa kini? Semangat, harapan, sel-sel tubuh yang bermasalah Tuhan sanggup hidupkan. Ilustrasinya rumah tua yang roboh ketika didiami raja tentu akan diperbaiki, direnovasi. Tubuh, jiwa di hidupkan oleh Roh Kudus.
Yehezkiel 47:9. Air yang mengalir keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci menunjukkan bahwa pemulihan tidak berasal dari usaha manusia, melainkan dari sumber ilahi. Air ini mengalir ke tempat yang paling kering dan mati (Laut Mati). Tidak ada situasi yang terlalu "mati" bagi Tuhan. Baik itu pernikahan yang hancur, kerohanian yang kering, atau dosa yang mengikat, aliran kasih Allah mampu menjangkaunya. Transformasi yang menyeluruh "ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di situ hidup." Roh Kudus memberi kemenangan. Orang yang diurapi Tuhan diberi kemenangan.
Mazmur 20:7 - Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
Amin.

