Sabat, Allah Menguduskan

. Hits: 118

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 1 Februari 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Waktu cepat berlalu, masanya semakin sukar, tanda-tanda kedatangan Tuhan semakin dekat. Kita harus bagaimana? Saya masih belum sempurna. Ingat, ada Roh Allah dan Yesus yang menyertai kita. Berbicara tentang keintiman dan kekudusan, kita mau jadi kudus tapi seringkali kita berkata kekudusan itu sulit. 1 Petrus 1:15-16 - [1:15] tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, [1:16] sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. Bicara tentang kekudusan ayat 16 Rasul Petrus sedang mengutip Imamat 11:44-45 makanan bersih dan tidak bersih--berkenaan dengan kesehatan dan Imamat 19:2 tentang bagaimana kita berhubungan dengan orang lain.

1 Petrus 1:18-20, Rasul Petrus mau mengingatkan kekudusan itu dimulai dari Allah.

Ketika manusia menjadi tidak kudus karena dosa, ada kasih Allah. Rasul Petrus sedang jelaskan secara rinci, karena kadangkala kita berpikir kekudusan adalah bagaimana saya melakukan. Bukan itu, tapi bagaimana kita menerima, bukan kita melakukan. Kita alami penebusan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Percaya saja. Secara genetis kita keturunan Adam. Semua keturunan Adam berdosa, tapi kita mau menerima dengan iman, kita sudah ditebus. Darah-Nya berkuasa. Ayat 20, penumpahan darah, korban Yesus sudah dirancang jauh sebelum ada dosa. Allah sudah punya rancangan tentang menguduskan manusia. Kita ditakdirkan kudus. Pengudusan, penebusan Yesus itu utuh, bukan hanya satu sisi. Kekudusan dimulai dari Allah, itu adalah pekerjaan Allah. Semua upaya manusia tidak pernah mampu mencapai standar kekudusan Allah. Tugas kita hanya terima penebusan-Nya.

Kekudusan ada hubungannya dengan keintiman. Makin kita intim dengan Tuhan, makin kita dikuduskan. Sabat, Allah menguduskan. Keluaran 20:8 - Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: Sabat dalam aturan Taurat adalah hukum keempat. Di dalam Perjanjian Lama mereka merayakan Sabat di hari akhir. Kita merayakan Sabat di awal minggu berkenaan dengan Yesus bangkit hari pertama di awal minggu itu.

Kekudusan ada hubungannya dengan Sabat. Sabat adalah hari istirahat sebab ketika kita beristirahat, di situlah Allah memberkati dan menguduskan. Kejadian 1:27-28. Allah ciptakan manusia menurut gambar-Nya. Manusia punya tugas untuk bermultiplikasi, penuhi bumi, taklukkan dan berkuasa. Ada tugas, tanggung jawab, kita harus bekerja, jangan malas. Ayat 31, manusia diciptakan pada hari keenam. Kejadian 2:1, Tuhan buat semuanya utuh, runtut dari hari pertama dan seterusnya dan manusia diciptakan pada hari paling terakhir ketika semuanya sudah siap. Kejadian 2:2-3. Ketika sudah diselesaikan-Nya, pada hari ketujuh Allah berhenti, Allah memberkati dan menguduskan. Ada hari istirahat juga untuk semua makhluk dan jagad raya. Apakah manusia sudah bekerja? Belum. Manusia harus ijinkan Allah memberkati dan menguduskan sebelum akhirnya memasuki minggu yang baru, sebelum manusia harus menaklukkan dan berkuasa atas bumi, manusia harus istrirahat sesuai dengan isi hati Tuhan. Ketika engkau datang pada-Ku, engkau istirahat dan Aku bekerja, Aku yang memberkati dan menguduskan engkau.

Kita tidak pernah bisa tahu hari-hari ke depan yang akan terjadi. Saat kita datang beribadah, sebetulnya kita sedang ijinkan Allah bekerja, memberkati dan menguduskan. Allah sebetulnya ingin intim dengan kita. Kejadian 3:8. Ketika manusia sudah jatuh dalam dosa, Allah tetap datang menghampiri manusia pada jadwal-jadwal dimana Dia biasa datang menghampiri manusia. Allah selalu mau datang, intim, berjalan bersama. Ayub 29:4. Jaman Ayub belum ada peraturan Taurat, belum ada hari Sabat. Ayub bisa begitu diberkati karena Ayub bergaul karib dengan Allah, berjalan bersama Tuhan di dalam kemah (artinya dalam hidup, rumah tangga, dalam ruang lingkupku, aku letakkan Tuhan).

Waktu kita bergaul karib dengan Allah, Allah akan memberitahukan ini dan itu, kita terima banyak hal. Apakah dosa kita yang menulari Tuhan? Tidak. Kekudusan dan kebenaran-Nya yang terimpartasi lewat permasalahan, bahkan lewat setiap kesusahan, sakit penyakit sekalipun, waktu kita bergaul karib dengan Tuhan, kita akan alami pada hari Sabat. Matius 12:10, seorang yang stroke disembuhkan pada hari Sabat. Lukas 13:10-11, seorang wanita yang bungkuk 18 tahun disembuhkan pada hari Sabat. Yohanes 5:9, seorang yang lumpuh selama 38 tahun, sudah tidak ada harapan, waktu hari Sabat, Yesus hadir dan menyembuhkan. Lukas 14:1-3, orang yang busung air (sakit ginjal dan hati) pada hari istirahat mereka merayakan Sabat, Yesus hadir dan menyembuhkan.

Waktu kita istirahat, Sabat kita nikmati bersama dengan Tuhan, kita sedang ijinkan Allah yang memberkati dan menguduskan kita. Yehezkiel 20:12, ketika kita memasuki Sabat, kita ijinkan Allah yang menguduskan. Markus 2:27, kita sedang meresponi penebusan Allah. Ijinkan Allah menguduskan dan memberkati kita.

Amin.