on on Hits: 358

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Agustus 2025 Oleh Pdt. Henny Meiske Assa

Ketika kita memiliki waktu bersama Tuhan maka kita akan melihat hikmat Allah dinyatakan di dalam hidup kita. Hidup bersama dengan Tuhan, ada kedekatan dengan Tuhan maka Tuhan akan singkapkan hikmat-Nya dalam kehidupan kita. Karena Allah yang memberikan hikmat. Allah adalah sumber hikmat itu sendiri. Amsal 20:27 - Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Waktu Tuhan menyalakan pelitanya, kita mendapatkan inspirasi yang adalah hikmat Tuhan. Sebelum kita memutuskan pendapat seperti kita berkata ya atau tidak, atau jangan kepada sesuatu, sebenarnya jauh sebelumnya di lubuk hati kita sudah ada kata-kata yang harus kita katakan atau putuskan. Ketika pelita Tuhan dinyalakan seharusnya kita menjadi orang yang sensitif, kita mengerti apa yang Tuhan bicara pada kita. Ada hikmat Allah yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

Bagaimana cara Tuhan beri hikmat pada kita?

on on Hits: 338

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 Agustus 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Anugerah Allah itu juga kasih, akan membawa kita dalam rencana Allah. Seringkali kita naif kalau saya menerima kasih, berarti saya pasif. Tidak! Sebetulnya kasih Allah itu lengkap. Dia menyelamatkan, menopang hidup kita, tapi kasih itu juga melindungi kita.

Satu pribadi yang mengalami kasih Allah, dan dalam kasih Allah dia dan keturunannya yang dalam lingkungan “tidak jadi teladan” bahkan pemimpin rohaninya tidak jadi teladan.

on on Hits: 277

Ringkasan Khotbah Ibadah Sore Peringatan HUT RI 17 Agustus 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yeremia 29:7 - Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Tuhan ingin kita usahakan kesejahteraan kota. Kata sejahtera menggunakan kata shalom. Kadangkala kita lihat yang negatif yang membuat kita tidak bangga tentang Indonesia. Tapi Tuhan katakan usahakanlah shalom.

on on Hits: 375

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 10 Agustus 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita hidup di tengah masa yang sukar, kita tidak tahu harus bagaimana. Apa yang saya harus kerjakan? Keputusan apa yang harus saya ambil? Mintalah hikmat kepada Tuhan supaya bertindak tepat. Yesaya 33:6 - Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion. Berapa banyak kali kita berpikir kita coba kumpulkan kekayaan supaya menyelamatkan masa depan. Sebetulnya ketika kita ikuti rancangan Tuhan--menabur, itu kita sedang mempersiapkan. Apa yang ditabur, yang memberikan pertumbuhan adalah Tuhan, bukan manusia. Kadang kala kita berpikir kalau saya menabur, lakukan hikmat Tuhan, mati saya. Tidak! Hukum alamiah saja mengatakan dari satu butir jagung jadi berlipat hasilnya. Prinsip yang sama Allah terapkan kepada yang takut akan Tuhan--saya tunduk, saya percaya. Kita semua butuh aman, damai, Firman Allah mengingatkan ada kekayaan yang menyelamatkan.

on on Hits: 300

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 27 Juli 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Setiap kita memang secara jasmani dilahirkan oleh persekutuan ayah dan ibu manusia jasmani. Kita menerima DNA yang diturunkan mereka. Ketika kita percaya kepada Firman-Nya, mulai mentaati Firman-Nya, ingat, Firman-Nya itu sedang melahirkan kita kembali. Tuhan sedang meletakkan sifat, DNA yang baru. Kejadian 8:11 - menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi. Nuh dan keluarganya diselamatkan di dalam bahtera keselamatan. Kita yang percaya Yesus kita ada di dalam bahtera keselamatan. Nuh tidak punya kuasa untuk mengatur arah bahtera karena tidak ada kemudi. Tapi bahtera itu dipimpin Tuhan tepat. Bahkan saat mendarat di gunung Ararat (= kutuk yang dibalikkan). Kejadian 3:17. Gara-gara dosa manusia semua yang ada di tanah ini, tanah sudah terkutuk. Bahtera Nuh kandasnya di tanah yang kutuknya sudah dibalikkan.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.