on on Hits: 335

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 1 Juni 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Daud sebelum menjadi raja--sebetulnya dia sudah diurapi menjadi raja--yang terjadi dia malah dibenci oleh mertuanya sendiri, bahkan mertuanya berusaha untuk membunuhnya. Daud tidak membalas, dia lebih memilih untuk lari menghindar bersama pengikutnya. Saat itu Daud kelaparan. Ketika kita ada di dalam kehendak Tuhan, bukan berarti semuanya beres. Peristiwa kebetulan ilahi Lukas 6:3-4. Daud ketika sampai di kota Nod, dia sedang kelaparan dan imam Ahimelekh memberikan roti sajian di Bait Allah--yang tidak boleh dimakan sembarang orang. Kadang kita mulai berpikir itu kebetulan. Hubungkan dengan peristiwa ketika Yesus memberikan roti kepada murid-murid-Nya. Matius 26:26-28 - Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku." .... Sama seperti Daud menerima roti sajian dari imam kelihatannya kebetulan karena Daud dan pengikutnya sedang lapar dan dia tidak punya makanan dan imam Ahimelekh memberikan roti sajian.

on on Hits: 296

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 Mei 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Pengkhotbah 1:1 - Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. Ini bicara tentang Salomo. Ditulis dari statusnya, dari semua yang dicapainya di bawah matahari--sangat berhasil, kaya, terkenal, penuh hikmat, tapi ayat 2 mengatakan Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Ketika fokus kita hanya kepada semua yang di dalam dunia, semua sia-sia. Semua yang di dunia kelihatannya bisa mengangkat kita, tapi di titik yang sama dia menjatuhkan. Kalau berharap kepada semua yang di dalam dunia, kalau hanya sekadar yang dikejar itu yang di bawah matahari, semakin tinggi semakin banyak yang menggerogoti. Pengkhotbah 2:11. Raja Salomo mencapai kekayaan, mencapai hikmat, populer, sukses, tapi dia berkata semua seperti usaha menjaring angin, tidak menguntungkan. Bandingkan dengan Kidung Agung 1:1 - Kidung agung dari Salomo.

on on Hits: 350

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 Mei 2025 Oleh Pdt. Henny M. Assa

Pekerjaan-Nya runtut dan rapi. Kejadian 1:3-31 mengisahkan bagaimana Tuhan menciptakan langit bumi dan seisinya. Ayat 31 - Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Allah melihat semuanya sungguh amat baik, artinya sempurna. Kalau melihat dari perspektif manusia sepertinya Tuhan salah, tidak runtut. Seperti di hari ketiga Tuhan ciptakan tumbuhan, hari keempat matahari, bulan dan bintang. Kalau secara ilmu pengetahuan ini terbalik dan tidak runtut, hari keempat harusnya yang ketiga karena tumbuhan memerlukan matahari untuk berfotosintesis. Tapi kalau Tuhan ciptakan, ini sempurna, runtut dan rapi, waktu-Nya tepat.

on on Hits: 310

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 Mei 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika peristiwa lima roti dan dua ekor ikan, orang banyak yang mengikut Yesus jadi lapar. Mereka tidak perlu ngomong kepada Yesus kalau mereka lapar. Yesus tahu kebutuhan mereka. Jangan kehilangan kehadiran Yesus. Karena dimana Yesus hadir,  Dia tahu apa yang jadi kebutuhan kita. Karena Sang Ahli kita itu Perencana dan Pelaksana ajaib. Dia tahu mereka semua lapar. Ketika gereja fokusnya kepada kekayaan--apa yang bisa di dapat, maka gereja kehilangan Yesus dari tengah-tengahnya. Yesus tidak anti kekayaan. Yesus datang supaya domba-domba-Nya hidup dan hidup dalam kelimpahan. Yesus mau berkati kita, ijinkan Dia hadir. Matius 4:23-24. Kehadiran Yesus memberikan pengajaran, menumbuhkan iman, memberitakan Injil Kerajaan Allah. Injil/gospel punya pengertian kabar baik. Allah tidak pernah ciptakan penyakit dan kematian. Penyakit dan kematian itu akibat ketidak-taatan manusia. Kehadiran Yesus menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan. Jangan kehilangan Yesus. Dia memang perencana ahli, pekerjaan runtut dan rapi. Ulangan 32:4 - Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia. Manusia bisa gagal, tapi Allah tetap setia. Ada tiga hal kegagalan manusia: secara umum, kegagalan umat Allah secara khusus, lebih khusus kegagalan seorang nabi/pelayan. Kabar baiknya, ....

on on Hits: 585

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 4 Mei 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kesetiaan Tuhan itulah yang menguatkan kita. Kesetiaan Tuhan menjadi perisai dan pagar tembok. Kita manusia kurang setia. Ketika takut dan kuatir, seringkali lebih percaya pada keadaan daripada kepada Firman Tuhan. Filipi 4:6-7 - ... tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Manusia bisa gagal--karena meragukan Tuhan, tapi Tuhan tidak pernah gagal. Sekalipun manusia gagal percaya, kesetiaan Tuhan tetap jagai kita. Jangan jauh dari Tuhan.

Allah itu pekerjaan-Nya sempurna, runtut dan rapi.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.