Memahami Waktu Lawatan Allah

. Hits: 80

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 April 2022 – Oleh Pdt. Yohanes Budi

Pengkotbah 3:1-4, [3:1] “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” Pengkotbah 3:11, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunyaAllah bekerja menurut rancangan, waktu, dan kehendak Allah. Kata ‘melawat’ dalam Alkitab tidak banyak. Allah melawat umat-Nya hanya dalam waktu-waktu tertentu. Allah menyatakan kemuliaan-Nya secara khusus bagi pribadi-pribadi yang dikasihi-Nya. Lawatan dalam KBBI artinya menjenguk. Menjenguk digerakkan oleh belas kasihan, ingin menolong, keinginan untuk bertemu secara khusus dan pribadi. Hal ini berlaku bagi sahabat dan orang yang dikasihi.

Apa yang ada di dalam hati Tuhan ketika melawat umat-Nya?

Keselamatan. Bukan hanya persoalan dunia, tetapi juga pada kekekalan. Lawatan Tuhan nilainya kekal. Hosea 4:6, Zakharia 9:9-12, Zakharia 9:16, tujuan Tuhan menyelamatkan kita bukan hanya secara fisik, tetapi juga roh. Yakobus 4:5, kunjungan Allah bukan hanya memulihkan, tetapi keselamatan kita juga dilawat. Dia menginginkan roh kita karena kita berasal dari Allah, 2 Petrus 3:9. Karena Dia yang menjadikan kita, Dialah juga yang mengisi kita. Manusia tidak pernah bisa dipuaskan, dan kekosongan itu hanya Allah yang bisa mengisi.

Mengapa manusia dilawat Allah? Ayub 7:1, “Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari orang upahan?” Yang dikerjakan manusia di bumi adalah pekerjaan berat. Bila tidak berusaha tidak mendapat apa-apa. Tetapi kerja keras ini tidak bisa memenuhi kebutuhan kita. Tidak dapat sepenuhnya kita andalkan. Oleh sebab itu Allah datang ke bumi. Ayub 7:17-18, “Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?” Dia tahu pergumulan kita. Seperti sahabat, saat sakit  kita dikunjungi, bahkan tidak hanya datang tetapi juga mendatangi kita setiap pagi. Dia menganggap kita berharga, meskipun banyak ujian. Namun, ujian pun ada masanya.

Lalu bagaimana kondisi kita saat dilawat Allah? Roma 5:6-9, “(Ayt 7-8) Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar — tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Karena kita berharga di mata Allah, bukan karena kebaikan kita. Sehingga saat kita lemah dan tidak benar, Dia rela mati bagi kita. Kita masih berdosa, masih jauh dan terpisah dari Allah. Tetapi Dia menunjukkan kasihNya dengan melawat kita.

Matius 12:20-21, kalau lawatan terjadi, yang hampir padam nyala kembali. Yesaya 40:27-29, “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan semangat kepada yang tidak berdaya” Lemah, letih lesu, hampir padam, itulah kondisi terbaik untuk dilawat Tuhan.

Mengapa manusia sulit memahami waktu lawatan Allah? Lukas 19:41-44, “(Ayt 44) karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.” Allah ingin melindungi tetapi manusia tidak mau. Manusia belum menyerah. Tuhan terkadang mengijinkan kondisi tertentu terjadi, supaya kita mengangkat tangan dan berserah. Seperti saat Israel  menyambut Yesus dengan daun palem sebagai simbol raja. Israel ingin menjadikan Yesus raja versi mereka, tetapi mereka tidak memahami bahwa Yesus adalah Raja segala raja. Manusia sering tidak sejalan dengan yang Allah pikirkan.

Manusia sulit dilawat Allah karena masih mengakui segala yang dimiliki sebagai haknya. Kita bukanlah pemilik, tetapi pengelola apa yang dipercayakan Allah. Ayub 1:12, 20-22, Tuhan tidak sejahat yang kita pikirkan, Dia ingin menguji umat-Nya untuk kemuliaan nama-Nya. Sebelum segala sesuatunya terlambat, percayalah kepada firman-Nya.

Yohanes 16:13, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Sebelum lawatan itu datang, Dia memberi tahu kita terlebih dahulu. Belajar peka dengan tuntunan Roh dalam hidup kita, jangan sampai terlambat.

Amin.