Menikmati Pelayanan Allah Melalui Sang Putra

. Hits: 48

 

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 19 Juni 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Tuhan tidak mungkin mengingkari janji dan kasih-Nya. Kasih-Nya tetap kekal, kasih-Nya menyelamatkan manusia. Kasih Tuhan sudah dinyatakan sejak awal zaman, bahkan di dalam kasih-Nya--tidak pernah bisa masuk akal--, memperhitungkan setiap dosa kita sebagai dosa tidak sengaja. Ulangan 19 berisi peraturan tentang kota-kota perlindungan. Yosua 20:7-8, ada 6 kota perlindungan: Kedesh, Sikhem, Hebron, Bezer, Ramot, dan Golan. Ulangan 19:4. Siapa yang boleh masuk ke kota perlindungan karena hukum Taurat mengatakan mata ganti mata, gigi ganti gigi, nyawa ganti nyawa?

Itulah kekudusan Allah, jadi Allah sediakan kota perlindungan. Kalau ada orang yang bersalah dengan tidak sengaja, dia boleh masuk ke kota perlindungan dan dia masih bisa tetap hidup. Lukas 23:34, ketika Yesus di kayu salib, Yesus berdoa: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Itu sebabnya kita bisa berkata Yesus adalah kota perlindungan. Menurut ukuran ketentuan hukum, harusnya kita dihukum. Penuntut balasnya, iblis selalu mendakwa kita siang malam. Selama kita ada di kota perlindungan, ada di dalam Yesus, Tuhan berkata iblis tidak berhak untuk membunuh.

 

Yesaya 7:14, hanya di kitab Yesaya ada kata Imanuel untuk pertama kali dan hanya tertulis 2 kali. Inilah tanda Tuhan yang bertindak ada bersama-sama dengan  kita. Yesaya 8:6, kata tawar hati menggunakan kata rejoice. Ketika berharap pada Rezin dan Remalya, pada manusia--yang benar-benar kelihatan--, menolak cara Tuhan yang kelihatannya lambat (air Syiloah) hasilnya banjir yang menenggelamkan (Yesaya 8:8). Itu sebabnya jangan berharap pada manusia. Di tengah konsekuensi akibat mereka lebih berharap kepada manusia daripada berharap kepada Tuhan, Imanuel tetap menyertai, sehingga kata-kata terakhir buat kita bukan penghakiman tapi penebusan karena Imanuel itu setia dengan janji dan kasih-Nya. Inilah yang dilihat oleh nabi Yesaya.

 

Yesaya 6:1. Kasih-Nya adalah kasih yang menyelamatkan dan Tuhan tunjukkan kekudusan-Nya ketika kita mau masuk ke dalamnya. Yesaya adalah keponakan raja Uzia. 2 Tawarikh 26:5 mengatakan sebenarnya Uzia raja yang baik, dia mencari Tuhan selama masa nabi Zakharia. 2 Tawarikh 26:15, sejarah menuliskan kemuliaannya nomor 2 setelah raja Salomo dan tidak pernah terulang lagi. Sayangnya raja Uzia menjadi sombong (ayat 16 ). Kita bisa saleh hanya karena kasih karunia Allah yang bertindak bagi kita, bukan karena upaya kita. Ketika raja Uzia yang sombong itu mati, barulah Yesaya bisa melihat Tuhan.

 

Yesaya 6:2-3, kudus menggunakan kata qadosh = dipisahkan, kemuliaan = kabod (bobot). Ketika Yesaya bisa melihat kekudusan Allah, kemuliaan Tuhan menyertainya, sehingga Yesaya berkata sekalipun di kalangan keluarga raja Uzia sudah sombong, tapi bukan berarti aku lebih baik, kesalehanku tidak ada apa-apanya. Ayat 5, ... Sebab aku ini seorang yang najis bibir, selama ini Yesaya sudah jadi nabi dan pelihat, tapi ketika diperhadapkan dengan kekudusan Allah, ini tidak ada apa-apanya. Tidak ada yang bisa kita banggakan dari hidup kita karena semua hanya anugerah, Tuhan yang bertindak. Ayat 7, Allah-lah yang bertindak, menguduskan kita dari kebenaran kepada segala kebenaran, bukan upaya kita.

 

Yesaya 64:6, Yesaya punya pengakuan kesalehannya seperti kain cemar. Itulah yang membuatnya sadar, ada Allah yang bertindak. Allah sentuhkan bara api di bibirnya dan membawa Yesaya menjadi satu dalam kekudusan Allah dan itu digenapi Yesus. Yohanes 2:19-21, Yesus rombak upaya/usaha manusia. Efesus 2:21-22, waktu kita percaya Yesus, masuk dalam kota perlindungan yaitu Yesus sendiri, di dalam Dia kita menjadi Bait-Nya yang kudus, kita menjadi satu realita dengan Allah. Allah bertindak, Tuhan mau menguduskan kita menjadi satu kenyataan jadi satu dengan Tuhan. Kabar baiknya Tuhan kerjakan lengkap atas roh, atas jiwa dan atas tubuh.

 

Yesaya alami Allah berdiam di dalam dia. Yesaya pasal 1-66, Yesaya punya pengakuan karena kuasa Allah—bukan karena pemikirannya sendiri—, karena dia menjadi satu dengan Tuhan, Allah yang bertindak menjadikannya menjadi Bait-Nya yang kudus. Setiap kita yang percaya Yesus, engkau adalah Bait-Nya yang kudus. Bukan karena upaya kita, tapi karena kasih setia Allah. Kasih dan kekudusan-Nya tidak akan pernah Dia ingkari kalau kita mau tetap tinggal di dalam kota perlindungan itu.

 

Yesus adalah Bait yang kudus itu, kekudusan-Nya menulari kita, kuasa-nya mengalir atas hidup kita. Yesaya 60:1-3. Ketika kita ijinkan saya terima, saya nikmati pelayanan Allah lewat Sang Putra, kehadiran Imanuel dalam hidup saya, terang Tuhan terbit atas kita, kemuliaan Tuhan menjadi nyata. Yesaya 60:19, kita memang masih ada dalam fakta, tapi bukan fakta yang jadi andalan kita, Tuhan yang jadi andalan kita. Yesaya 60:20-22. Tuhan jadi penerang abadi. Kapan Yesaya nikmati ini? Ketika dia sadar bukan karena aku, tapi itu karena Dia. Ketika kita tinggal dalam kota perlindungan, Tuhan yang bertindak segera pada waktunya, tepat dan sempurna.

 

Yesaya 61:1, bahkan Roh Tuhan akan menyertai, membimbing kita di setiap musim hidup kita. Yesaya 61:10-11, Yesaya bersukaria di dalam Tuhan. Tuhan selamatkan, beri jubah kebenaran. Tuhan dandani gereja-Nya di dalam kasih karunia-Nya, bukan upaya kita. Tuhan yang menumbuhkan. Tugas kita, kita hanya tanah yang tersedia siap digarap, percaya, masuk dalam kota perlindungan. Allah sedang kerjakan lewat Putra-Nya. Nikmatilah pelayanan Allah lewat Yesus sendiri.

 

Amin.

 

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; text-align:center; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}