Anugerah Allah Lebih Besar Dari Kegagalan

. Hits: 31

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 22 Maret 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Roh Kudus yang mengurapi itu memberikan kelegaan di tengah masa yang sukar. Roh Kudus juga beri damai sejahtera--tidak tergantung situasi, tapi tergantung apa yang ada di dalam hati, situasinya boleh buruk tapi kalau hati dijaga oleh Tuhan, kita akan hadirkan Kerajaan Allah di tengah situasi kita. Roh Kudus juga berikan kewaspadaan. Belajar dari kehidupan Yehuda:

Bicara tentang Yehuda, Yehuda tidak lepas dari kesalahan. Yehuda bisa jatuh, tapi kabar baiknya Tuhan tidak hapus sejarah kelamnya Yehuda, tapi Tuhan tebus. Matius 1:1-6 - [1:1] Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. [1:2] Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, [1:3] Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, ....  Kenapa harus ada silsilah manusia? Supaya Mesias kita ada ruang sebagai anak manusia untuk Dia mati, karena tidak mungkin Allah itu mati. Sebagai manusia yang punya silsilah manusia, Dia adalah Allah, tapi Dia adalah manusia yang bisa mati. Kenapa di ayat 2 dituliskan Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya padahal Yehuda anak keempat? Ketika Allah bekerja dalam keluarga ini, dalam silsilah Mesias kita tidak steril dari dosa, bukan orang-orang pilihan semua. Ini menunjukkan bahwa anugerah Allah lebih besar daripada kegagalan manusia. Ayat 5-6. Semua silsilah dituliskan dengan nama laki-laki hanya 4 nama wanita diselipkan di sana. Tamar menantu Yehuda, Rahab mantan PSK, Rut orang Moab bukan orang Israel, Batsyeba selingkuhan Daud. Kita semua butuh anugerah. Kalau kita terima anugerah Allah, anugerah Allah akan bekerja dalam kehidupan kita menyatakan kemuliaan-Nya. Hubungkan dengan Roma 9:15-16 - "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. Bukan berarti Tuhan pilih kasih, tapi Tuhan mau tunjukkan kasih-Nya kepada siapapun yang mau tersedia. Maukah kita terima kemurahan hati Allah?

Anugerah Allah tidak berhenti di sini, Allah tetap punya rancangan yang hebat lewat Yehuda, buktinya: Matius 2:6. Bahkan di seluruh perjalanan Yesus, atribut Yehuda selalu nempel bahkan sampai kota kelahiran Yesus ditulis Betlehem, tanah Yehuda. Mikha 5:1 - Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Ini atribut Juruselamat memperhitungkan nama Yehuda. Engkau merasa terkecil, tidak ada apa-apanya, tidak bisa merubah nasibmu? Menyerah saja kepada Juruselamat, kepada rancangan Tuhan. Di dalam situasi yang rapuh itu adalah tempat terbaik untuk Tuhan tunjukkan anugerah. Sehingga kita bisa berkata bukan karena saya, tapi karena anugerah.

Mulai dari kota kelahiran selalu dihubungkan dengan Yehuda. Nubuatan Yakub ayah Yehuda sebelum dia meninggal di tanah Gosyen. Kejadian 49:9-10. Kerajaan Yehuda akan kekal selama-lamanya. Kerajaan di dunia silih berganti. Yakub ketika memberkati Yehuda berkata Yehuda akan seperti singa, tongkat kerajaan akan ada di tangannya saudara-saudaranya akan sujud kepada Yehuda. Itu terjadi di jaman Daud, Daud keturunan Yehuda. Kejadian 49:9 digenapi Wahyu 5:5 - ... "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya." Ada atribut singa dari suku Yehuda. Ibrani 7:14-17. Ayat 14, imam besar seharusnya dari suku Lewi, tidak pernah dari suku Yehuda. Tuhan kita berasal  dari suku Yehuda. Yesus Kristus Imam Besar kita adalah Imam Besar dari keturunan Melkisedek yang tidak berawal dan berakhir. Kalau kita mau datang kepada Yesus Kristus Ibrani 4:14-16 berkata Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Juruselamat kita berasal dari suku Yehuda, bukan dari keturunan imam yang dapat mati, tapi Dia adalah Imam Besar menurut peraturan Melkisedek yang tidak berawal dan berakhir, kuasa-Nya tidak terbatas.

Amin.