Watchfulness

. Hits: 32

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 29 Maret 2026 Oleh Ps. Abraham Yuwono

Watchfulness/kewaspadaan. Tuhan memberi sebuah peringatan kepada kita, bagaimana kita mempunyai sikap yang baik di dalam ibadah?

1. Dengar.

Pengkhotbah 4:17 - Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat. Dengar-dengaran terhadap firman itu yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita. Ada orang yang memberi kepada Tuhan, itu seolah-olah menyuap kepada Tuhan. Ada orang memberi dari ketidaktaatan. Tapi orang yang taat, dia akan tahu untuk memberi. Contoh orang yang memberikan persembahan. Kain mempersembahkan hasil bumi dan Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya. Ibrani 11:4 - Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. Persembahan Kain tidak diterima Tuhan. Persembahan Habel berkenan/diterima Tuhan karena Habel melibatkan iman. Itu sebabnya dalam setiap ibadah kita harus melibatkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan. Segala sesuatu dalam hidup harus didasarkan ketaatan kita kepada Tuhan. Tuhan mau lihat sikap kita waktu mempersembahkan itu melibatkan iman, kesungguhan hati, rasa syukur. Sejarah gereja membuktikan bahwa gereja pernah mengalami dark ages (abad kegelapan). Sampai tahun 1600 gereja menjual surat pengampunan dosa. Marthen Luther--pelopor reformasi gereja mengatakan kita diselamatkan bukan karena bayar surat pengampunan dosa tapi karena iman, karena anugerah Tuhan, firman Tuhan. Pengikutnya disebut sebagai Protestant--pro testament. Gerakan ini membawa orang kembali kepada kebenaran. Betapa pentingnya kita datang ke gereja untuk dengar-dengaran. Orang bisa memberi dengan tidak dengar-dengaran. Tapi orang yang dengar-dengaran terhadap firman dia pasti memberi. Contoh kisah Balak dan Bileam. Balak berusaha menyuap untuk melepaskan kutuk kepada orang Israel, tapi kutuk diubahkan Tuhan menjadi berkat. Tuhan tidak bisa disuap oleh kita. Tuhan menginginkan tentang kebenaran. Orang bisa memberi tanpa kasih, tapi orang yang mengasihi pasti memberi. Kalau tidak mengasihi pasti motivasinya keliru, menyuap Tuhan. Tuhan menghendaki untuk kita dengar-dengaran. Jaga langkah kita kalau ke rumah Tuhan, dengar-dengaran lebih baik daripada sekadar memberikan persembahan.

2. Taat

1 Samuel 15:22 - Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. Saat Tuhan perintahkan untuk menumpas orang Amalek dan semua yang ada pada mereka, tapi orang-orang ini tidak mau. Yang dilakukan: ayat 21 - Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal." Mereka mempersembahkan dari ketidaktaatan. Mari dengar-dengaran, belajar untuk taat kepada Tuhan.

Pada waktu Musa naik ke gunung menerima sepuluh perintah Tuhan dan waktu turun mereka sudah membuat patunglembu emas.  Musa marah dan sepuluh perintah Allah itu dihancurkan. Lalu Musa perintahkan pada mereka: Keluaran 32:20 - Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel. Ini barang-barang hobatan, sesuatu yang berkaitan dengan penyembahan berhala dihancurkan. Ketaatan terhadap Tuhan itu rasa syukur. Belajar taat dalam kehidupan. Jangan memberi karena ketidaktaatan. Ketaatan, dengar-dengaran itu lebih penting.

3. Abai

Jangan sampai kita abai. Matius 23:23 - Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Tuhan bukan melarang tentang persepuluhan, Tuhan menegur orang yang memberikan persepuluhan tapi mengabaikan keadilan, kebenaran, kesetiaan. Ada orang memberikan persembahan tapi tidak adil, tidak punya kasih, tidak punya kesetiaan. Persepuluhan harus dilakukan, tapi jangan abaikan tentang keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan.

Amin.