Pengharapan yang Hidup

. Hits: 10

Ringkasan Khotbah Ibadah Paskah, 5 April 2026 oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kebangkitan Yesus memberikan kita pengharapan kehidupan. Yang menjadi musuh kebangkitan bukan orang berdosa, bukan mereka murid-murid Yesus yang dianggap orang-orang yang tak terpelajar tentang agama. Musuh kebangkitan justru ahli-ahli Taurat, imam-imam kepala yang tahu firman Allah. Karena mereka berpikir kebangkitan Yesus too good to be true (terlalu bagus untuk jadi kenyataan). Itu sebabnya mereka sampai menyuruh Pilatus untuk mengirim prajurit menjaga kubur Yesus.

1 Petrus 1:3-9 -  Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,....

Kebangkitan Yesus bukan hanya sekadar sebuah berita. Kebangkitan-Nya melahirkan kita kembali waktu kita percaya Yesus mati. Kematian-Nya menebus dosa kita juga menyucikan jiwa--sedang melahirkan jiwa, memberikan sesuatu yang baru. Sementara kita masih di dalam dunia menjalani kehidupan, ada kekuatan Allah yang memelihara kita. Situasinya boleh buruk, tidak kondusif, tetapi kebangkitan Yesus yang melahirkan kita kembali menyediakan bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar, yang tidak dapat layu yang disimpan di sorga untuk setiap kita. Itu berkat untuk kita dan itu bukan untuk kita nikmati nanti di sorga. Bagian itu akan kita nikmati sementara kita menjalani hidup di zaman akhir ini. Kita dipelihara dalam kekuatan Allah sementara kita menantikan keselamatan yang sejati. Kebangkitan-Nya memberikan pengharapan yang hidup.

Mujizat kesembuhan pertama Matius 8 ketika Tuhan menyembuhkan orang kusta. Kusta di jaman itu tidak ada obatnya. Kalau orang kena kusta harus diasingkan, tidak boleh ada dalam komunitas. Kusta adalah gambaran dosa yang tidak ada obatnya. Sesudah Yesus berkhotbah di atas bukit (Matius 5, 6, 7), Matius 8 mengatakan Yesus turun dari bukit bukan ke arah orang-orang yang sedang mendengarkan, tapi ke arah jalan lain. Yesus tahu bahwa di bawah ada orang kusta yang selama Dia berkhotbah orang ini dengar. Dalam hukum Yahudi berkata orang kusta tidak boleh dekat dengan orang sehat. Imamat 13, kalau ada orang sehat mendekati dia, dia harus berteriak najis, najis, jangan dekati aku. Waktu Yesus turun, Dia mendekati orang kusta. Matius 8:2 - Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Orang kusta ini sedang melanggar aturan Taurat, dia tahu peraturannya. Peraturan Taurat mengatakan orang sehat tidak boleh menyentuh orang kusta, karena kenajisan orang kusta akan menular kepada yang sehat. Tapi ayat 3 mengatakan: Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Yesus mau kita tahir, mau pulihkan kita. Yesus menyuruh orang kusta yang sudah ditahirkan ini untuk memperlihatkan dirinya kepada imam. Selama 1500 tahun Imamat 14--peraturan kalau orang sembuh dari kusta--tidak ada satu orang pun yang menggenapi. Imamat 14 tentang penebusan kusta baru terjadi ketika Sang Kebangkitan, Sang Juruselamat itu yang menjamah. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kalau selama ini kita mulai berpikir saya tidak punya harapan, tapi Tuhan mau menjamah engkau. Tuhan bisa ubahkan titik dimana titik kelemahanmu, di titik yang sama Allah melihat ini adalah titik potensi penebusan.

Yohanes 4, dalam perjalanan-Nya ke Galilea --biasanya orang Yahudi berputar karena mereka tidak mau lewat jalan tengah karena harus melintasi Samaria-- Yesus mengharuskan diri-Nya melewati Samaria. Karena Dia tahu ada keberadaan seorang wanita Samaria di kota Sikhar. Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk membeli makanan di luar kota, sedang Yesus duduk di pinggir sumur Yakub. Yohanes 4:7, perempuan ini menimba air di siang hari karena tidak berani mengambil air di pagi hari bersama perempuan-perempuan lain. Karena dia pernah kawin dengan 5 suami, tidak puas dan sekarang hidup dengan laki-laki keenam yang bukan suaminya. Nama baiknya sudah buruk karena kesalahan. Tapi kebangkitan Yesus mau melahirkan kita. Yesus, pembuat air minta air kepada ciptaan-Nya. Yesus mau masuk di hidup kita, boleh tidak? Ijinkan Yesus masuk sampai dalam ruang-ruang pribadi kita. Perjumpaan perempuan Samaria dengan Yesus mengubahkan hidupnya. Dia terima Air Hidup. Yohanes 4:28,29 - Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" Yesus adalah Air Hidup, terima saja. Minum dengan iman, ijinkan Air Hidup membasuh kita. Air yang sama akan menenggelamkan musuh-musuh kita, menguduskan kita. Orang yang tadinya mencibir dia, Tuhan bisa ubahkan seketika (ayat 39). Masa lalunya tidak dihilangkan, tapi ditebus menjadi kabar baik.

Inilah pengharapan yang menghidupkan. Yohanes 1:16-17 - Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Waktu kita terima kasih karunia, kita terima juga kebenaran. Kita mau ijinkan kasih karunia bekerja, kita juga sedang ijinkan kebenaran-Nya memimpin kita sehingga Roh Kudus akan memimpin kita dari satu kebenaran kepada segala kebenaran.

Amin.