Respon Hati Terhadap Perintah Allah

. Hits: 12

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 22 April 2026 Oleh Pdm. Santy Lamba

Ketaatan, disiplin dan takut akan Tuhan. Hati kita perlu berespon dengan baik terhadap firman Tuhan, terhadap perintah-perintah Allah yang kita dengarkan di dalam kehidupan kita. Saat kita baca atau dengar firman biarlah kita selalu berkata firman itu ingin membawa saya serupa dengan Kristus. Semakin hari semakin dimurnikan sehingga menjadi ciptaan baru dan semakin serupa dengan Kristus. Itu bukan hasil karya kita sebagai manusia. Tapi hasil dari karya Allah yang memulihkan dan mengubahkan kita.

Yehezkiel 36:26-28. Saat Yehezkiel melayani di Babel setelah kejatuhan Yerusalem pertama, saat itu bangsa Israel dalam pembuangan. Kondisi Bangsa Israel: ....

merasa terputus dari Allah, putus asa; merasa iman mereka kering (Yehezkiel 37); mereka mengakui dosa mereka tetapi merasa tidak mampu berubah. Sehingga Allah lewat Yehezkiel datang berfirman kepada mereka. Yehezkiel 36:25,26, selalu Tuhan yang berkata ... Aku akan... Aku akan... Pembaharuan, pemulihan adalah inisiatif Allah sendiri kepada kita. Kita tidak mampu mengubah diri kita sendiri, tapi ada Allah yang besar yang sanggup mengubahkan, memulihkan hidup kita.

Bicara tentang ketaatan, ketaatan bukan syarat keselamatan, tetapi karena sudah diselamatkan. Yang menyelamatkan kita anugerah Allah. Efesus 2:1,4-5 - Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.... Sebelum kita ditebus oleh Tuhan, kita diumpamakan orang mati. Orang mati tidak bisa berespon untuk taat. Kita sudah dihidupkan Tuhan sehingga kita bisa taat.

Tiga point dari Yehezkiel 36:26-28:

1. Allah memberi hati yang baru  dan roh yang baru.

Yehezkiel 36:26. Kita sudah diperbaharui karena kita adalah ciptaan baru. Baru bukan berarti diperbaiki atau ditambal, tapi benar-benar dibaharui secara total. Kita dilahirkan kembali dari air dan Roh yaitu firman Tuhan. Hati yang keras Tuhan ganti menjadi hati yang taat. Yehezkiel 36:26 (ILT3) - Aku juga akan memberikan kepadamu hati yang baru, dan Aku akan menaruh roh yang baru di dalam kamu. Dan Aku akan menjauhkan hati batu dari tubuhmu, dan Aku akan memberikan kepadamu hati daging. Lēb hā’eben (לֵב הָאֶבֶן) )hati batu bertentangan dengan Lēb bāśār (לֵב בָּשָׂר) hati daging.

Hati batu (hati yang keras):

1). kekerasan hati, dan ketidakmampuan untuk merespons firman Allah.

2). batu bersifat dingin dan tidak responsif.

Orang tidak taat bukan karena kurang firman, bukan. Tetapi memang karena hatinya belum diubahkan untuk merespons firman Allah dengan baik.

Hati daging (hati yang taat) :

1). sesuatu yang hidup, lembut, sensitif, dan dapat dibentuk.

2). responsif/peka terhadap pimpinan Allah/petunjuk Tuhan.

Tuhan sudah gantikan hati batu menjadi hati daging karena kita sudah diubahkan di dalam Kristus, dijadikan ciptaan baru. Itu sebabnya hati kita bisa berespon dengan baik. Doakan mereka yang masih berhati batu supaya mereka juga mengalami hati yang baru. Tuhan bisa ubahkan Saulus yang berhati batu menjadi rasul yang dipakai Tuhan dengan luar biasa.

2. Roh Kudus penggerak ketaatan.

Yehezkiel 36:27 - Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Inisiatif Allah lagi. Tuhan selalu membantu dalam kelemahan-kelemahan kita. Yohanes 16:13 Roh itu memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus mengajar dan mengingatkan. Saat Roh Kudus gerakkan hari Minggu datang beribadah, jangan keraskan hati, beribadahlah. Utamakan Tuhan. Saat sungguh-sungguh beribadah ada berkat ganda untuk hidup sekarang dan masa yang akan datang. Roh Kudus mengajar, menuntun, mengingatkan hidup kita.

3. Tujuan akhir dari pembersihan hati adalah persekutuan antara ciptaan dan Penciptanya.

Yehezkiel 36:28 - Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.

Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allah mereka. Itu adalah persekutuan yang indah antara kita dengan Allah kita. Bukan sesuatu yang biasa. Ketika Allah ingin membaharui kita setiap hari dengan firman-Nya, menjauhkan hati yang keras, tujuannya supaya kita bersekutu dengan Pencipta kita kembali. Setiap dengar firman taatlah, dengarkanlah, lakukanlah. Milikilah respons yang benar terhadap perintah Allah dalam hidup kita, jangan diabaikan karena kita sudah dewasa.

Apa yang Tuhan lakukan ketika kita berespon dengan benar? Tuhan akan berikan kemenangan (contoh: Yosua dan tentaranya dan tembok Yerikho, Yosua 6:2-4) dan mujizat (contoh: peristiwa di Kana air biasa menjadi anggur).

Yeremia 32:38-42. Respon hati terhadap perintah Allah: taat, disiplin dan takut akan Tuhan.

1. Taat untuk kebaikan kita dan anak-anak kita.

2. Taat adalah penyembahan/persembahan hidup.

3. Taat adalah ekspresi syukur atas anugerah dan kebaikan Allah. Bukan karena dituntut tapi karena telah merasakan/menghayati cinta kasih Tuhan.

4. Taat respon hati kepada tuntunan Roh Kudus.

5. Taat menghasilkan keberuntungan.

Filipi 2:12 - Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Amin.