Clean Vessel for Fresh Anointing (Bejana yang Bersih untuk Urapan Baru)

. Hits: 3

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 26 April 2026 Oleh Pdm. Yosafat G. Montalili

Urapan adalah kehadiran dan kuasa Allah di dalam bejana manusia, yang memampukannya untuk memenuhi panggilan ilahi -- Dr. Myles Munroe. Bejana yang bersih untuk urapan baru. Tuhan tidak akan mencurahkan urapan-Nya ke wadah bejana hidup yang masih dipenuhi dengan kekotoran dan sampah. Ada banyak orang Kristen betah tinggal dalam kekotoran (masih membawa sampah kenajisan, ikatan dosa, kepahitan, kebencian, kesenangan-kesenangan duniawi) datang ke gereja minta mujizat, berkat dari Tuhan. Tuhan tidak akan mencurahkan urapannya kepada bejana hidup yang tidak mau dibersihkan. Tidak ada satupun dari kita yang bersih sempurna, tapi di hadapan Tuhan kita bisa dibersihkan. Tuhan mau membersihkan kita. Ketika urapan Tuhan turun, tidak ada satupun perkara yang mustahil.

Pembaharuan Israel (Yehezkiel 36). Yehezkiel 36:25-26 - [36:25] Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. [36:26] Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Pemulihan dimulai dari pembersihan. Tuhan sedang berbicara kepada bangsa Israel khususnya bangsa Yehuda. Situasi mereka hari itu sedang dalam kehancuran. Tembok Yerusalem menjadi reruntuhan. Mereka dikalahkan dan ditawan di negeri Babel, hidup dalam tekanan bahkan diolok-olok bangsa lain. Di tengah situasi itu datang firman Tuhan melalui nabi Yehezkiel. Tuhan berjanji akan memulihkan mereka, memberikan hati yang baru dan roh yang baru kepada mereka. Tuhan berjanji akan menjadi Allah mereka. Syaratnya satu, Tuhan mau memulihkan bangsa Israel, tapi ijinkan Tuhan lebih dulu membersihkan dari kekotoran dan kenajisan. Sebab tanpa pembersihan tidak akan ada pembaharuan. Kalau keadaan kita sama seperti bangsa Israel, Tuhan berkata hal sama kepada kita. Dia mengasihi kita. Dia rindu untuk memulihkan kita, tapi ijinkan Tuhan  membersihkan hidup kita dari setiap kekotoran dan kenajisan. Tanpa kebenaran, tanpa kekudusan, tanpa pembersihan, urapan Tuhan tidak bekerja dalam hidup kita.

Ayat 20, kenajisan bicara hal-hal yang kotor, kepahitan, kegeraman, hal-hal yang cabul, hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Berhala bicara tentang sesuatu yang menjauhkan kita dari Tuhan--pekerjaan, hobi, kesenangan duniawi--. Ijinkan Tuhan membereskan itu. Tuhan yang sanggup memulihkan bangsa Israel, Tuhan yang sama juga yang sanggup memulihkan hidup kita. Ketika Tuhan bersihkan hidup kita, kita terima urapan yang baru, yang membawa pemulihan bagi hidup kita.

Hakim-hakim 6. Ayat 1-2, bangsa Israel hidup dalam tekanan dan ketakutan selama 7 tahun. Ayat 6, mereka menjadi sangat melarat, lalu protes kepada Tuhan. Ayat 8-10, Tuhan menjawab bahwa semua itu akibat mereka hidup dalam kenajisan dan penyembahan berhala yang mereka lakukan, yang belum mereka bereskan di hadapan Tuhan. Sebelum Tuhan memulihkan bangsa Israel, Tuhan memulai dengan pembersihan. Ayat 25-32. Tuhan berfirman kepada Gideon: runtuhkan mezbah baal, tebanglah tiang berhala, dirikanlah mezbah bagi Tuhan. Gideon lakukan perintah Tuhan dan membereskan semua kenajisan dalam hidupnya, dia terbuka di hadapan Tuhan, dia buka semua kekotorannya di hadapan Tuhan. Dia berani mengambil langkah untuk membersihkan dirinya dari setiap kenajisan-kenajisan dan membangun mezbah untuk penyembahan kepada Tuhan. Hakim-hakim 6:34. “Lalu Roh TUHAN memenuhi Gideon; ...” Ketika urapan yang baru itu memenuhi Gideon, Gideon diubah dari pribadi yang takut dan pengecut menjadi pribadi yang kuat di dalam Tuhan. Gideon mengalahkan Midian dengan cara yang tidak masuk akal. Dengan 300 orang  Gideon mengalahkan bangsa Midian karena urapan Allah bekerja. Mereka aman selama 40 tahun di masa kepemimpinan Gideon. Waktu urapan Tuhan bekerja, kita aman dalam naungan sayap Tuhan. Bangun mezbah doa kita, dimana urapan Tuhan hadir pemulihan terjadi.

Tuhan tidak mencari bejana yang terlihat mengkilau dari luar, melainkan bejana yang mau dibersihkan dari dalam. Tuhan tertarik dengan hati yang mau dibersihkan. Kisah Para Rasul 9:15-17 - Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku ..." Lalu pergilah Ananias ke situ .... Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." Kata “alat” = bejana. Apakah Paulus seorang yang bersih? Tidak. Paulus--dahulu Saulus--seorang yang bengis dan jahat, tapi dia punya hati yang mau dibersihkan. Hari itu Paulus dipenuhi dengan urapan Roh Kudus. Dia dipakai Tuhan luar biasa karena dia dibersihkan dan pengurapan Roh Kudus hadir dalam hidupnya.

Nicky Cruz, seorang pemimpin geng Mau-Maus di kota New York yang kejam dan bengis. Dia banyak keluar masuk penjara. Tidak ada harapan untuk dia. Penjara, hukuman tidak bisa mengubah dia. Tapi hari ini Nicky Cruz dipakai Tuhan luar biasa karena hatinya mau diubah. Dia sadar, dia orang yang kotor dan dia mau terbuka di hadapan Tuhan. Hanya kasih Tuhan yang bisa mengubahnya.

1 Korintus 6:9-20 - [6:9] ... Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, ... dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. [6:11] Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, .... [6:19] ... tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, .... [6:20] Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Amin.