Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Mei 2026 Oleh Pdt. Toni Aris Santoso
Efesus 5:17-18 - [5:17] Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. [5:18] Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Efesus 5:1-21. Ada tiga pesan utama/nasihat Rasul Paulus dalam perikop ini tentang kita sebagai umat Tuhan bagaimana menjalani kehidupan ini:
1. Hidup dalam kasih. Ayat 1-2. Kita diingatkan untuk menjadi penurut Allah dan meneladani Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya karena kasih.
2. Menjauhi perbuatan gelap atau jahat. Ayat 3-14. Paulus dengan tegas melarang hidup dalam roh kedagingan atau hawa nafsu. Kita dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak terang dan menghasilkan buah Roh.
3. Hidup bijaksana dan penuh Roh. Ayat 15-19. Ada nasihat untuk mempergunakan waktu dengan baik, tidak bodoh dan tidak mabuk anggur, tapi mengerti kehendak Tuhan dan hendaklah penuh dengan Roh. Kata hendaklah berarti sebuah perintah/seruan dari Tuhan supaya kita mau melakukan suatu tindakan atau memiliki sikap yang harus ditaati oleh umat Tuhan. Penekanan perikop ini dalam ayat 18. Orang yang mabuk tidak sadar dengan keadaan dirinya sendiri, sudah tidak ada rasa malu dan rasa takut. Firman Tuhan ingatkan jangan mabuk anggur, karena akan merugikan bahkan membinasakan hidup kita, membawa pada kejahatan. Kata penuh (pleroo - bhs. Yunani) artinya dipenuhi, dikuasai. Dipenuhkan Roh Kudus bukan hanya sekadar dipenuhi, tapi dikuasai. Yang harus menguasai kehidupan kita atau yang mengendalikan kehidupan kita adalah Roh Kudus. Berbeda orang yang menerima Roh Kudus dengan orang yang dipenuhi Roh Kudus. Orang yang menerima Roh Kudus ada manifestasi bahasa Roh dan sebagainya. Tetapi orang yang dipenuhi Roh Kudus itu menjadi kebutuhan sehari-hari, mengijinkan Roh Kudus menguasai kehidupan kita. Kita harus dipenuhi senantiasa dari hari ke hari. Dalam kekristenan hidup yang dipenuhi Roh Kudus itu sangat diperlukan. Mengapa? Karena kehidupan manusia kita penuh keterbatasan, tidak ada yang sempurna. Siapapun bisa saja terseret oleh hawa nafsu, keinginan-keinginan daging. Kenapa harus senantiasa dipenuhkan oleh Roh Kudus? Karena Roh Kudus akan bergerak untuk menjadi Penolong hidup kita, memberikan kemampuan di tengah segala keterbatasan kita. Kita akan senantiasa dituntun oleh Roh Kudus untuk bisa menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan, sesuai kebenaran.
Kehadiran dan kepenuhan Roh Kudus sangat vital dalam hidup kita sebab:
1. Roh Kudus sumber kekuatan dan kemenangan hidup kita.
Manusia tidak pernah mampu melawan godaan dosa dan mengatasi pergumulan hidup dengan kekuatan diri sendiri. Roh kedagingan lemah, mudah sekali seseorang terpengaruh hawa nafsu/keinginan-keinginan yang begitu kuat untuk menguasai kehidupan kita.
Pribadi yang seperti Tuhan Yesus saja ketika masuk di padang gurun--pencobaan yang iblis sodorkan, Yesus tidak lawan dengan kekuatan-Nya sendiri. Lukas 4:1. Untuk bisa menghadapi semuanya Yesus dipenuhi Roh Kudus. Kalau hidup kita tanpa dipenuhi Roh Kudus kita akan mudah jatuh karena pencobaan-pencobaan yang iblis sodorkan dalam hidup kita.
2. Roh Kudus Penghibur dan Penuntun hidup kita.
Dia senantiasa mendampingi dan memberi penghiburan dan selalu menuntun kita di jalan kebenaran. Mazmur 23:4, lembah kekelaman = lembah bayang-bayang maut, kematian. Pemazmur yakin dia akan kuat, bisa bertahan karena dia tahu hidupnya senantiasa dipenuhi Roh Tuhan. Dia yakin Tuhan menyertai. Dalam keadaan susah sekalipun Tuhan tetap menjadi penghiburannya. Tanpa Roh Tuhan hati kita jadi gersang, tidak ada sukacita. Kalau kita biarkan terus-menerus akan membawa kepada kematian, bukan secara fisik, tapi roh, hati menjadi mati. Ijinkan Roh Tuhan menguasai kita sehingga hidup kita memiliki kehidupan dari Tuhan dan kita mengalami bagaimana kesejukan jiwa kita senantiasa terjaga.
3. Roh Kudus memampukan kita untuk kita bisa mengasihi. Kenapa? Pada dasarnya manusia itu cenderung egois, lebih mementingkan diri sendiri. Roh Kudus akan memampukan kita untuk mengerjakan kehidupan yang bisa mengasihi, baik mengasihi Tuhan atau orang sekitar kita. Roh Kudus membuat kita peduli.
4. Roh Kudus menghasilkan buah Roh Galatia 5:22-23. Roh Kudus memperlengkapi orang percaya dengan karunia-karunia rohani sehingga pelayanan kita menjadi berkat bagi kemuliaan Tuhan. Kalau kita melayani tanpa dipenuhkan Roh Kudus itu akan untuk kemuliaan diri sendiri. Apakah pelayanan kita untuk kemuliaan Tuhan atau untuk membesarkan diri sendiri?
Orang-orang yang dikuasai Roh Kudus akan mengalami:
1. Sukacita sejati.
Sukacita sejati adalah kebahagiaan mendalam yang bersumber dari Tuhan, berbeda dengan sukacita duniawi yang bersumber pada keadaan yang kita hadapi. Sukacita dari Roh Kudus tidak tergantung situasi keadaan hidup yang kita hadapi, karena sukacita itu mengalir dari dalam hati kita.
2. Ketulusan.
Artinya kemurnian hati tanpa kemunafikan atau tipu daya. Orang yang tulus dalam dan luar sama. Tuhan tidak hanya melihat perbuatan kita, tapi menyelidiki motivasi terdalam hidup kita. 1 Samuel 16:7; Roma 12:9; Matius 6:1; Yesaya 29:13. Ketulusan memiliki nilai moral dan etika. Daud pun memohon Tuhan untuk menguji batin dan hatinya Mazmur 26:2.
3. Lapar dan haus akan kebenaran.
Kerinduan yang murni dan mendalam, tanda jiwa hati kita sedang mencari makna hidup yang sejati dan kehendak dari Tuhan. Mazmur 42:1-3, digambarkan seperti rusa. Matius 5:6; 2 Raja-raja 3:16-18. Di tengah-tengah kemustahilan yang kita hadapi, tetap percaya Tuhan. Tuhan yang selalu memenuhi kehidupan kita maka Tuhan adalah Tuhan yang selalu bekerja ditengah-tengah kemustahilan itu. Biarlah kita senantiasa punya kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus, ijinkan kuasa itu bekerja menguasai hidup kita sehingga Dia yang akan membawa kita kepada jalan yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita.
Amin.

