Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Juni 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Nasihat dan pemulihan. Nasihat itu sejalan dengan pemulihan. Berapa banyak kali orang ingin dipulihkan, diberkati, tapi tidak bersedia dinasihati. Kalau seseorang dinasihati itu berarti keluar dari zona nyaman, kebiasaan, dan dari sikap hati. Biarlah kita bersedia untuk dinasihati. Bicara tentang nasihat itu bagian dari buah Roh Kudus--kelemahlembutan. Ketika seseorang jadi lemah lembut, dibalik kelemahlembutan Tuhan sudah sediakan kemuliaan. Sama seperti Musa--pemimpin yang kharismatik. Di tengah-tengah pelayanan, dia “dianggap salah” oleh kakaknya sendiri yang lebih senior. Harun dan Miryam usianya berbeda jauh dengan Musa. Musa mengambil perempuan Kush sebagai istrinya--saat itu Musa sudah beristri. Miryam dan Harun mulai “seperti menegur Musa”, merasa kami juga bisa dipakai Tuhan. Musa mau dengar nasihat, dia punya kelemahlembutan. Tuhan bela Musa. Miryam terkena kusta. Di peristiwa itulah dituliskan Musa adalah seorang yang paling lemah lembut di seluruh dunia karena bersedia terima nasihat. Berapa kali kita berpikir saya penuh urapan, tapi keras kepala, tidak bisa dikoreksi, tidak mau terima nasihat.
Filipi 2:1 - Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, Ketika kita mengatakan saya ada di dalam Kristus--urapan Tuhan, dipimpin oleh Roh Kudus, bersedialah dinasihati. Kalau dinasihati dengarkan. Amsal 12:15, seringkali orang bodoh merasa paling benar, orang yang mau mendengar nasihat itu bijak. Roh Kudus adalah Roh nasihat. Amsal 13:10, ketika tidak mau mendengar nasihat, Alkitab mengkategorikan sombong, tidak mau berubah. Tuhan berikan nasihat karena Dia tidak ingin kita tetap tinggal di dalam bebal dan kesombongan. Yesaya 9:5. Yesus sendiri nama-Nya disebut Ajaib, Penasihat. Yesus adalah oknum dari Nasihat. Bicara tentang nasihat itu bukan hanya sekadar perkataan orang. Ketika kita mau dengar nasihat, kita mau terima Dia dalam hati kita. Seorang yang mengatakan saya adalah orang yang mau diurapi dan hidup dipimpin Roh Kudus, terimalah nasihat. Karena Dia sendiri adalah Ajaib, Penasihat, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Ketika kita bersedia dinasihati kita akan mengalami Dia Allah yang perkasa. Situasinya boleh buruk, tapi Allah yang Perkasa tinggal dalam kita. Ketika seseorang tidak mau terima nasihat, dia sedang menolak Allah yang Ajaib, Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai itu.
Ketika kita terbuka, itu awal pemulihan. Contoh: 2 Samuel 12:1. Kisah di pasal sebelumnya sebenarnya Daud mulai punya agenda tersembunyi dengan rapi supaya Uria mati dalam peperangan karena Daud menginginkan Batsyeba--istri Uria. Tuhan tidak mengkonfrontasi dosanya, Tuhan ingin selamatkan orang berdosa. Tuhan mengutus nabi Natan (seorang nabi muda seusia anak Daud) untuk menegur Daud. Ayat 9. Tuhan tahu detail semua yang dalam hati, tidak ada yang tersembunyi. Cara Allah tegur empat mata, secara pribadi. Sikap hati Daud ayat 13, ada pengakuan. Daud tidak sempurna, tapi dia rela ditegur. Mazmur 32:3-4. Kalau dosa belum dibereskan, selama ada sesuatu yang disembunyikan, kita sendirilah yang sakit. Ayat 5, Daud punya sebuah sikap mengaku, kabar baiknya ketika mengaku Tuhan pasti mengampuni. Mazmur 51:1-3, ini adalah kidung yang dibuat setelah nabi Natan menegur Daud. Daud sadar dia bukan hanya bersalah kepada Tuhan, tapi dia juga bersalah kepada banyak orang. Keterbukaan adalah awal pemulihan. Ketika kita tidak berani terbuka, bagaimana Tuhan akan memulihkan? Ayat 14, joy of salvation ketika kita baik-baik saja, maka ada perasaan tidak ada tertuduh, maka baik-baik saja, tapi ketika seseorang bersalah ada perasaan seperti tertekan, tertuduh, terhakimi. Itulah yang kita butuhkan dipulihkan joy of salvations (sukacita keselamatan)--sukacita secara emosional. Kalau kita mau bereskan, maka Tuhan yang pulihkan.
Yakobus 5:16 - Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Bagaimana kita bisa menjadi orang benar? Saling mengaku dosa dan saling mendoakan. Kata saling itu timbal balik. Kita tidak bisa berkata saling mengaku dosa dengan Tuhan. Kalau dengan Tuhan satu arah, saya mengaku dosa kepada Tuhan. Tempat yang paling tepat saling mengaku dosa adalah keluarga, supaya bisa saling mendoakan. Yohanes 20:22-23. Seorang yang sudah terima Roh Kudus, Roh Kudus bukan seperti jadi label engkau menjadi orang yang suci. Roh Kudus dipakai untuk memperlengkapi kita memberkati orang lain. Ketika kita dengar ada seorang yang mengaku dosa, kita yang sudah terima Roh Kudus, sudah percaya Yesus, saat itulah kita berdiri sebagai imam, berdoa untuk orang itu. Terima nasihat, ijinkan pemulihan Allah terjadi.
Amin.

