Walaupun Gunung Tak Berpindah

. Hits: 15

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 5 Juli 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Roh Kudus mengurapi kita dengan urapan yang baru--ingat, Roh Kudus bukan hanya masalah rohani saja-- Roh Kudus adalah Roh pengujian (testing) membuat kita naik tingkat. Mazmur 7:10. Tuhan ingin angkat kita. Roh Kudus juga adalah Roh penguasaan diri, ketika sedang menguji Dia juga memberikan penguasaan diri sehingga kita bisa lebih dari pemenang. Roh Allah juga Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban 2 Timotius 1:7. Roh Allah memberikan penguasaan diri, kekuatan supaya lewati ujian kita akan masuk dalam rencana  Allah. Roh Allah yang menguji, Roh Allah ingin angkat kita.

Zakharia 4:6,7 [FAYH] - [4:6] Lalu ia berkata, "Begini firman TUHAN kepada Zerubabel, 'Bukan dengan keperkasaan atau dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku.' Demikianlah firman TUHAN semesta alam. ('Kamu akan berhasil karena Roh-Ku, walaupun kamu berjumlah sedikit dan lemah.') [4:7] Karena itu, tidak ada gunung, betapapun tingginya, yang tahan menghadapi Zerubabel! Karena gunung itu akan menjadi rata di hadapannya! Dan Zerubabel akan menyelesaikan pembangunan Bait ini dengan sorak-sorai pengucapan syukur atas kemurahan TUHAN sambil menyatakan bahwa semua itu dilaksanakan hanya karena kasih karunia." Tuhan berfirman lewat  nabi Zakharia bukan hanya kepada orang-orang rohani--imam besar Yesua, tapi juga kepada setiap pemegang keputusan--Zerubabel seorang bupati Yehuda. Tuhan mau pulihkan bangsa lewat keberadaan kita. Jadilah pembawa kabar baik (menjadi saksi), ijinkan firman yang kita dengar di gereja menjadi firman yang kita kerjakan di dalam keseharian. Ada gunung masalah yang besar di hadapan mereka dan sepertinya Tuhan tidak pindahkan gunung itu. Ayat 7 [KJV] - ... and he shall bring forth the headstone thereof with shoutings, crying, Grace, grace unto it. Di hadapan permasalahan yang besar Zerubabel harus perkatakan kasih karunia, ada anugerah.

Kenapa sampai ada ayat ini Zakharia 4:6,7? Ezra 1:1-4. Raja Koresh (Cyrus) adalah raja Persia. Koresh menugaskan imam Ezra untuk pulang ke Yerusalem mendirikan Rumah Allah. Bukan hanya sekadar mendirikan rumah Allah, Koresh seorang raja kafir juga memberikan keputusan: ayat 4 - Dan setiap orang yang tertinggal, di mana pun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem." Allah kita tetap adalah Allah segala makhluk, kita mungkin bukan pemegang keputusan, tapi di atas penguasa ada Tuhan yang berkuasa. Itu sebabnya  masukkan diri kita di dalam firman yang berkuasa. Rupanya ada orang yang alami terobosan, ada yang tidak karena respon iman kita itu yang menentukan.

Ezra 3:8,10. Kita sedang dalam penggenapan janji Allah, jangan malas. Ketika Ezra dan Yesua sampai ke Yerusalem, mereka langsung kerjakan. Sebelum mereka mengerjakan pembangunan Bait Allah, mereka memulainya dengan berdoa, memuji Tuhan sesuai petunjuk Daud, raja Israel. Apakah sesudah berdoa bebas dari masalah? Rupanya tidak. Ezra 4:6. Ketika zaman pemerintahan raja Ahasyweros (Xerxes) ada banyak warga lokal yang tidak setuju menulis surat tuduhan. Ada perlawanan terhadap pembangunan. Ezra 4:23,24 - ... dan dengan kekerasan mereka memaksa orang-orang itu menghentikan pekerjaan itu. Pada waktu itu terhentilah pekerjaan membangun rumah Allah yang di Yerusalem, dan tetap terhenti sampai tahun yang kedua zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia. Kita sudah taat kepada Tuhan, tapi rasanya gunung tidak berpindah, tidak ada harapan. Ketika kita mulai berpikir rasanya tidak ada harapan, ingat, di sorga masih ada Tuhan. Ezra 5:1, ada nubuat lewat nabi Hagai dan nabi Zakharia, nabi yang tidak terkenal. Tuhan bisa pakai mereka lewat nubuatan dalam Zakharia 4:6,7. Waktu pembangunan terhenti dan ada suara nubuatan dari nabi Hagai dan Zakharia, mereka sampaikan suara Tuhan, bukan dengan kuat dan keperkasaan tapi oleh kuat kuasa Roh Tuhan, bahkan di depan gunung yang tinggi kita bisa berkata kasih karunia, anugerah. Gunungnya mungkin tidak berpindah, tapi Tuhan sanggup ratakan. Ada saatnya gunungnya berpindah, ada saatnya gunungnya tidak berpindah. Kalau mungkin ada saatnya gunungnya tidak diratakan, tapi kita diberikan kekuatan seperti kaki rusa untuk mendakinya, sehingga kita bisa berjejak di gunung yang tinggi. Ezra 6:14. Mereka bisa melanjutkan pembangunan, bahkan pembangunannya bisa lancar digerakkan oleh nubuat nabi Hagai dan nabi Zakharia--nabi-nabi kecil yang tidak berarti, tapi mereka menyuarakan suara Tuhan. Itu sebabnya ketika masalah kita rasanya terlalu besar, dengar dan imani firman Allah, tidak harus berpikir siapa yang menyampaikan firman Allah.

Suara nubuatan dari nabi Hagai: Hagai 2:5 kepada Zerubabel bupatinya dan kepada Yosua imam besar kuatkanlah hatimu, kepada seluruh rakyat kuatkanlah hatimu, tetaplah bekerja, jangan malas. Ayat 6, ada Roh Tuhan yang menguji lewat permasalahan. Roh itu memberikan penguasaan diri dan kekuatan. ... Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! Ada janji Tuhan. Ayat 9,10, Tuhanlah pemilik seluruh kekayaan di dunia ini. Ketika lewati ujian, Tuhan ingin membuat kemegahan yang lebih, ada peningkatan. Tuhan membuat kita level-up, bukan menghancurkan. 1 Korintus 3:16-17. Kita ini rumah Allah, Tuhan juga perhatikan hidup kita.

Amin.