In This Season (Di Musim Ini)

. Hits: 1

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 26 Juli 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

1 Petrus 4:7 - Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Ayat ini bukan hanya sekadar mengacu bahwa hari kiamat sudah dekat, tapi kesudahan dari segala sesuatu--kesusahan, penderitaan. Tidak ada yang kekal di dalam dunia. Kesusahan, penderitaan, situasi kita tidak selama-lamanya. Karena itu jangan panik, kuasai diri jadilah tenang supaya dapat berdoa. Berdoa bukan hanya sekadar ritual sikap tubuh tutup mata, lipat tangan. Ketika kita berdoa, kita sedang berbagi hidup dengan Tuhan.

Yesus mengajarkan doa Bapa kami Matius 6:9-10. Dikuduskanlah nama-Mu artinya Engkaulah yang berkuasa atas hidupku. Saya ijinkan Tuhan menjadi pemegang saham terbesar dalam hidup saya. Tuhan yang berdaulat atas hidup saya, pemegang hidup saya. Ketika berdoa, berbagi hidup dengan Tuhan, Tuhan pemegang saham terbesar, keputusannya lebih dominan, Tuhan yang bertanggung jawab atas hidup kita. Satu kali saat menghadapi masalah maka seharusnya kita datang pada Tuhan. Iblis paling senang membuat kita kehilangan konsep berdoa, sehingga banyak kali orang tidak mau berdoa, mulai andalkan kekuatan sendiri. Kita punya kemampuan terbatas, kenapa kita tidak serahkan dalam tangan Tuhan? Iblis paling suka membuat kita panik, padahal kesudahan segala sesuatu, jawaban-jawaban Tuhan, terobosan itu sudah dekat.

Iblis paling senang tawarkan setengah kebenaran dan dia bapa pendusta. Yohanes 8:44. Yesus sampaikan konteksnya ayat ini justru kepada orang Farisi dan ahli Taurat, orang-orang yang tahu firman tapi tidak mau jadi pelaku firman. Yesus dijahati oleh bangsanya sendiri. Yesus terlahir secara keturunan sebagai orang Yahudi. Siapa yang salibkan Yesus? Pilatus pun sebetulnya ingin membebaskan Yesus karena dia tahu Yesus tidak ada salah. Tidak heran kenapa dia cuci tangan saat Yesus disalibkan. Yang menyalibkan Yesus memang melalui tangan orang Romawi, tapi kehendaknya adalah  orang Yahudi sendiri. Yesus tahu bahwa bangsanya sendiri yang menolak Dia. Ketika Yesus masuk Yerusalem orang-orang berseru "Hosana! Dimuliakanlah nama Tuhan" Tapi dari mulut yang sama itu berkata salibkan Dia. Bahkan murid-murid-Nya meninggalkan Dia. Petrus menyangkal Yesus, bersumpah, mengutuk. Itulah manusia. Kalau bicara sakit hati, kecewa, sedih, Yesus pernah alami itu di kayu salib. Yesus tidak mengutuk, tapi berkata Bapa ampuni mereka. Bukan hanya ditujukan untuk orang Romawi tapi untuk kita juga. Lukas 4:13. Jangan mau tanggapi tipuan iblis. Iblis selalu mencari kesempatan. Itu sebabnya hati-hati.

Selama 40 tahun nabi Yeremia melakukan pelayanan, tapi tidak ada satupun yang bertobat. Ratapan 3:1-7 - Akulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya.... Yeremia alami, ketika umat Allah tidak mau bertobat kemudian Tuhan hukum, padahal bukan dia yang bersalah. Pada awalnya Yeremia juga masih manusia, dia sampaikan keluhan-keluhan, ratapan itu adalah doa, dia berbagi hidup dengan Tuhan. Seringkali ada banyak kejatuhan manusia di tengah kegembiraan. Di tengah situasi apapun kita juga harus berdoa. Ayat 6-7 sepertinya sudah tidak ada harapan, tidak ada jalan keluar. Yeremia berdoa, tapi semakin lama doanya bukan hanya sekadar mengeluh, keluhan dalam doanya semakin lama dia berdoa, semakin lama dia berbagi dengan Tuhan. Ratapan 3:22-23 - Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Ini bisa muncul bukan waktu dia tidak terhubung dengan Tuhan. Iblis paling senang sampaikan jangan mengeluh dalam berdoa, dia sampaikan setengah kebenaran. Ayat 24-25 - "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Berdoalah setiap waktu. In this season, tetaplah terhubung dengan Tuhan.

Yeremia 31, LAI memberikan judul Perjanjian Baru. Yeremia masih hidup di Perjanjian Lama tapi Tuhan sudah janjikan ada Perjanjian Baru. Yeremia 31:17 - Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN: anak-anak akan kembali ke daerah mereka. Kita mungkin berpikir suasana tidak menentu, makin lama makin gelap.  Sadrakh, Mesakh dan Abednego boleh saja masuk dalam perapian, tapi ketika dipelihara oleh Tuhan, Tuhan buat pembalikan keadaan. Demikian juga dengan Daniel, Ester, Tuhan yang pegang kendali, Tuhan yang balikkan keadaan. Sedang menghadapi suasana yang paling gelap? Permasalahannya kepada siapa kita terhubung? Kepada dunia yang gelap atau kepada pemilik langit dan bumi? Masih ada harapan. Yeremia 31:3, Tuhan mengasihi kita dengan kasih yang kekal, Tuhan mau lanjutkan kasih setia-Nya. Ayat 11-14. Tuhan berfirman, Tuhan janjikan dan Tuhan akan bertindak bagi kita yang mau terhubung dengan firman. Mana yang mau kita responi? Jangan mau responi iblis--bapa pendusta--, tapi responi firman Allah.

Amin.