Allah (Nafas-Nya) Tinggal dan Menopang

. Hits: 13

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 Oktober 2026 Oleh Pdt. Yani Arfianto

Situasi dunia saat ini penuh dengan krisis global, peperangan, bencana alam dan kemerosotan moral, dan ketidakpastian. Banyak orang menjadi cemas dan takut. Firman Tuhan katakan di akhir zaman akan menghadapi kegelapan tantangan yang begitu besar. Di akhir zaman kita perlu urapan baru. Bukan berarti Roh Kudusnya yang diganti, tapi pengurapan baru. Pengurapan baru adalah kekuatan, kuasa dan isi hati Tuhan yang baru untuk kita nikmati di musim yang baru. Mazmur 92:11. Daud minta minyak baru, kekuatan, semangat, cara Tuhan yang baru dalam hidupnya. Alasan kita minta urapan baru karena di akhir zaman ini banyak hoax, ajaran sesat, tekanan-tekanan yang kita hadapi. Hal ini menyebabkan kelelahan rohani dimana kondisi jiwa dan roh perlu kekuatan baru karena ini kondisi yang paling bahaya. Hati kita jadi kosong dan kecewa dan mulai berpikir Tuhan kok diam, mana pertolongan dari Tuhan? Ketika kita luka dan lelah, harapan tidak ketemu, harapan iman jadi padam dan pahit. 2 Petrus 3:3-4, muncul pengejek-pengejek. Ingat, kita milik Tuhan, memang kita masih dunia ini menjalani hari-hari kita dan ada tanggung jawab di posisi masing-masing. Biarlah semua yang kita hadapi di akhir zaman ini tidak membuat kita kehilangan iman.

Kejadian 2:7 - ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Dalam kehidupan ada saat-saat kita merasa kehidupan kita tidak berjalan sesuai dengan harapan kita. Tuhan membentuk manusia tidak sekadar menciptakan seperti robot, tapi ada hembusan nafas yang masuk ke manusia dan menjadi makhluk hidup. Dalam terjemahan Alkitab bahasa Ibrani dikatakan Ia menghembuskan (naphach) ke dalam hidupnya nafas kehidupan (neshamah) sehingga ada kegerakan di dalam hidupnya. Bukan sekadar manusia memiliki tubuh, tapi manusia menerima kehidupan dari Allah. NLT - ketika nafas itu sudah ada dalam kehidupan kita, ada energi yang aktif di dalam kehidupan kita. Allah tidak berhenti bekerja dalam kehidupan kita. Kehidupan kita terus bergerak, kita menerima vitalitas Allah.

Nafas-Nya menjadi sumber dari segala sumber. Yang menjadi sumber kehidupan kita adalah Tuhan lewat nafas-Nya yang dihembuskan di dalam kehidupan kita. Dunia dapat menawarkan banyak hal untuk jadi sumber, tetapi Kristus tetap menjadi pusat dasar sumber pengharapan kita. Sumber kehidupan juga bicara tentang kepada siapa kita bersandar ketika kita dalam keadaan sulit. Banyak orang berkata sumber kehidupan mereka adalah pekerjaan, uang, usaha, jabatan dan sebagainya. Semuanya itu memang penting bagi manusia, tapi apakah semuanya dapat menjamin kehidupan kita? Kehidupan manusia berasal dari Allah, bukan dari uang. Kita bukan hidup karena kita mampu mempertahankan kehidupan kita sendiri, melainkan karena kehidupan adalah pemberian Allah. Manusia seringkali menggantikan Tuhan dengan segala sesuatu yang lain sebagai sumber kepercayaannya.

Apa arti sumber kehidupan? Kisah Para Rasul 17:25 - ... karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Bicara tentang sumber kehidupan, kita bicara tentang Allah yang memberikan kehidupan kepada manusia. Kita boleh memiliki banyak sarana untuk menjalani kehidupan, tapi sarana itu bukanlah sumber utama kehidupan kita. Sumber kehidupan berarti tempat kita bergantung. Yeremia 17:7-8. Sumber kehidupan bukan hanya tentang apa yang membuat kita senang ketika dalam keadaan baik, tetapi sumber kehidupan juga bicara tentang kepada siapa kita tetap bersandar ketika keadaan sulit. Sumber yang salah dapat membawa kita menjauh dari Tuhan, Yeremia 2:13; Matius 6:24; Yeremia 17:5.

Nafas-Nya menopang di dalam kehidupan kita. Kisah Para Rasul 17:25,28. Menopang berarti menahan agar tidak jatuh; menguatkan agar tetap bisa berdiri; memelihara agar tetap hidup; memberi kekuatan untuk terus berjalan. Dalam kehidupan rohani, Tuhan menopang kita berarti Tuhanlah yang memelihara kita, memberikan kekuatan, menolong kita bertahan dalam segala keadaan. Ratapan 3:22-23. Kenapa Tuhan senatiasa menopang kita? Supaya kita menyadari bahwa hidup kita adalah anugerah Tuhan.

Kenapa Tuhan ijinkan kita menghadapi pergumulan, masalah? Dalam kondisi apapun, topangan Tuhan itu tetap berlaku kepada kita. Ingat, Tuhan terus bergerak dalam kehidupan kita, Dia tidak pernah melepaskan tangan kita. Contoh: Yunus 2:1-2. Roma 8:28 - Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Amin.