Masuk dalam Rencana Allah

. Hits: 472

Ringkasan Kotbah Minggu Sore, 10 Februari 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Amsal 16:4 - TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.

Kesannya bahwa dari awal Tuhan sudah membuat yang baik dan yang jahat, seperti konsep keseimbangan, tidak! Konsep keseimbangan bukan konsep ilahi. Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita lengkap dengan kepribadian dan karakter, karena Dia memiliki tujuan. Tuhan ciptakan semuanya baik. Tuhan tidak pernah ciptakan setan. Ketika Lucifer jatuh, itu pilihan dia sendiri. Dia terusir dengan semua yang setuju dengannya dari hadirat Tuhan, dosa tidak akan betah dalam hadirat Tuhan. Jadi, Tuhan tidak pernah menciptakan setan, orang fasik, mereka memiliki kehendak bebas yang Tuhan berikan. Bahkan Allah dikatakan panjang sabar karena tidak ingin satu orang pun binasa. Allah kita adalah Allah yang mau memberikan kesempatan untuk bertobat, lihat Wahyu 22:11, dimana kita mau tempatkan pilihan kita?

Di dalam peristiwa bahwa tidak ada yang kebetulan, Allah sebetulnya punya rencana. Contoh orang ini terima anugerah Tuhan:

Kimham.

2 Samuel 17, waktu Daud berada di daerah Mahanaim karena dikejar-kejar raja Saul, ada seorang kaya yang sudah tua bernama Barzilai, berkorban menyediakan semua yang dibutuhkan Daud beserta pasukannya. Namun, Barzilai tidak pernah menjadi miskin. 2 Samuel 19:37-40, ketika Daud ingin membalas budi, Barzilai punya sebuah sikap supaya Daud membawa Kimham hambanya. Akhirnya Kimham ikut Daud, ia tidak berbuat apa-apa—yang berbuat baik kepada Daud adalah Barzilai, tuannya. Kimham hanya seorang budak, ia tidak memiliki apa-apa, tapi ia terima anugerah. Yeremia 41:17 menulis Kimham sampai punya penginapan dekat Betlehem. Kalau kita ada sampai sekarang, diberkati, semata-mata hanya karena kemurahan Tuhan. Lukas 2:7, ketika Allah mau selamatkan manusia, Ia menjelma menjadi manusia, lahir di palungan. Sayangnya, keturunan Kimham punya penginapan, tapi ketika makin diberkati tidak mengijinkan Dia datang dalam hidup mereka.

Yusuf orang Arimatea.

Matius 27:57-58, seorang kaya bernama Yusuf, orang Arimatea meminta kepada Pilatus supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Ulangan 21:22-23, ketika seseorang menyentuh mayat, maka ia akan menjadi najis sepanjang hari. Yesus disalib menjelang hari Paskah. Yusuf Arimatea adalah seorang ahli agama. Namun, ia tetap merawat mayat Yesus. Kalau orang mengetahui hal ini, di hari Paskah itu ia tidak boleh hadir. Ia tahu konsekuensi reputasinya, tapi ia mengerti tidak pernah kebetulan Allah ciptakannya, Tuhan memanggilnya dengan sebuah tujuan.

Matius 27:59-60, Yesus dikuburkan di dalam bukit batu. Yesus pun lahir di palungan yang terbuat dari batu. Apakah kebetulan? Allah punya rencana, 2 Korintus 3:7. Ketika Yesus bayar lunas dosa kita, Yesus bukan berhutang kepada iblis. Yesus bayar dengan darah-Nya karena manusia jatuh ke dalam dosa dan melanggar kekudusan Allah. Kekudusan Allah baru bisa dibayar kalau ada korban, ada darah yang tertumpah. Yesus bayar semua hutang dosa kita yang sepadan dengan kematian di kayu salib. Semua pelanggaran terhadap hukum Allah itu tertulis di loh batu, tidak heran ketika Yesus lahir dan mati di tengah batu. Tetapi, tidak ada satu batu pun yang bisa menahan-Nya karena Ia bangkit pada hari yang ketiga. Yusuf Arimatea menggenapi rencana Allah dengan kekayaannya, dengan apa yang ia bisa miliki. Kalau Tuhan berikan apapun di tangan kita, Tuhan punya selalu tujuan, jangan sampai luput dari tujuan Allah, biarlah kita makin masuk dalam rencana Allah.

Markus 15:43, Yohanes 19:38-39, pada awalnya Yusuf takut membuka diri sebagai murid Yesus. Saat menurunkan mayat Yesus, Yusuf dan Nikodemus membawa minyak gaharu dan minyak mur yang sangat berat. Mengapa mereka mau melakukan “penderitaan” itu? Karena cintanya pada Tuhan dan mereka mau masuk dalam rencana Allah, Allah punya tujuan.

2 Petrus 2:9, selalu ada pilihan. Tuhan ciptakan semuanya baik, tapi dosa merusaknya. Saat orang mengeraskan hati, Tuhan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman”. Yohanes 13:27, Yudas menerima roti dari Yesus sendiri, tetapi tamak akan uang membuat ia menjatuhkan pilihan untuk menyerahkan Yesus.

2 Petrus 1:2-4, Ijinkan kasih Allah mulai memerintah hati kita. Kasih Allah yang bekerja atas Yusuf Arimatea, kasih yang sama juga akan bekerja atas kita.

Amin.