Terbang Tinggi Menantikan Tuhan
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Februari 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Fakta bisa berubah, yang tinggal kekal adalah firman. Jangan andalkan fakta. Kesetiaan Tuhan adalah perisai dan pagar tembok.
Yesaya 40:31, “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Bagi yang menantikan Tuhan, ada kekuatan baru.
Mazmur 40:2, “Aku sangat menanti-nantikan Tuhan”, belajar dari Daud, ia lebih menantikan Tuhan, bukan jawaban Tuhan. Manusia umumnya menjadi kecewa saat jawaban Tuhan tidak sesuai dengan penantian kita.
Mazmur 25:21, “Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.” Saat menantikan Tuhan, kita bisa mendapatkan ketulusan, kejujuran, dan integritas. Ingat Wahyu 22:12, “… and my reward is with me...” [KJV] upah Tuhan ada bersama dengan Tuhan. Bila kita menantikan Tuhan—bukan upahnya—, kita akan mendapatkan ketulusan dan kejujuran.

