Hits: 372

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Februari 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Fakta bisa berubah, yang tinggal kekal adalah firman. Jangan andalkan fakta. Kesetiaan Tuhan adalah perisai dan pagar tembok.

Yesaya 40:31, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Bagi yang menantikan Tuhan, ada kekuatan baru.

Mazmur 40:2,Aku sangat menanti-nantikan Tuhan, belajar dari Daud, ia lebih menantikan Tuhan, bukan jawaban Tuhan. Manusia umumnya menjadi kecewa saat jawaban Tuhan tidak sesuai dengan penantian kita.

Mazmur 25:21, Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau. Saat menantikan Tuhan, kita bisa mendapatkan ketulusan, kejujuran, dan integritas. Ingat Wahyu 22:12, “… and my reward is with me...” [KJV] upah Tuhan ada bersama dengan Tuhan. Bila kita menantikan Tuhan—bukan upahnya, kita akan mendapatkan ketulusan dan kejujuran.

Hits: 762

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 26 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yeremia 17:5-8 – ... [17:7] Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! [17:8] Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Ada satu perbedaan ketika orang mengandalkan manusia atau kekuatannya sendiri, dengan orang yang mengandalkan Tuhan. Orang yang mengandalkan manusia atau kekuatannya sendiri ada di bawah kutuk. Sedangkan orang yang mengandalkan Tuhan, percaya firman, ia sedang ada di bawah kuasa berkat. Kemampuan kita terbatas, namun bila kita mengandalkan Tuhan, kita bisa saja menghadapi situasi kering (realita alamiah) tapi kita alami kuasa Kerajaan Sorga di bumi.

Hits: 375

Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 19 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

1 Petrus 5:7-10, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

Waktu kita serahkan kekuatiran kita, Dia yang memelihara, Dia juga peduli. Dia tahu musuh kita adalah Iblis. Manusia selalu berpikir bahwa manusia adalah korban dari setan, korban dari masalah, atau korban dari situasi. Padahal sebetulnya, Iblis tidak lebih berkuasa. 1 Petrus 5:8 menyatakan, Iblis digambarkan seperti singa yang mengaum-aum. Bila Iblis lebih berkuasa, ia tidak perlu mencari orang-orang yang akan ditelan. Dan karena itulah, tidak semua bisa ditelan oleh Iblis. Ia hanya menelan yang lebih percaya aumannya dibandingkan firman. Percaya firman, maka firman itu lebih berkuasa dibandingkan fakta.

Hits: 485

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 12 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Jalani hidup setiap hari dengan visi dari Tuhan. Masihkah kita berdoa, berhubungan dengan Tuhan. Doa menjadi gaya hidup bergantung pada Tuhan. Ketika kita berdoa, doa punya hasil yang dahsyat. Yakobus 5:16 - ... The earnest prayer of a righteous person has great power and produces wonderful result [NLT]. Doa yang sungguh-sungguh dari orang benar punya kuasa yang besar dan memproduksi hasil yang ajaib.

Daud—sejak dari tidak punya apa-apa bahkan sampai ia diangkat Tuhan menjadi raja, Daud tetap punya gaya hidup berdoa. Yesaya 30:7 - ... Their strength is to sit still [KJV]. Ketika duduk diam-diam, itu terletak kekuatanmu. Tapi seringkali ketika berdoa, beribadah, dianggap menganggur. Datanglah beribadah/berdoa bukan kalau punya waktu senggang. Saat duduk diam-diam, Allah sedang kerjakan sesuatu yang besar.

Hits: 379

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 5 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Burung rajawali terbang dengan membentangkan sayapnya dan memanfaatkan badai, bukan mengepakkan sayap seperti burung lainnya. Mata rajawali dapat melihat keberadaan aliran udara yang mengangkat. Ketika kita menanti-nantikan Tuhan, kita bisa memanfaatkan badai untuk terbang lebih tinggi. Saat menantikan Tuhan, kita sedang aktif merentangkan sayap iman kita.

Ketika Tuhan memperlengkapi kita dengan sayap rajawali, Ia sedang membuat kita semakin dekat dengan pribadi-Nya. Keluaran 19:4, “Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.” Mungkin kita dimusuhi meskipun melakukan hal yang baik. Ada banyak yang tidak suka ketika kita dipromosikan Tuhan. Kita tidak perlu mencari pembenaran diri tetapi carilah Tuhan. Tuhan mendukung kita dengan perlindungan dan pembelaan. Saat Israel keluar dari Mesir, Tuhanlah yang membuat seluruh orang Mesir bermurah hati, sehingga Israel dapat membawa harta benda orang Mesir. Kalau Tuhan yang mendukung, Ia sediakan lengkap bagi tubuh, jiwa, dan roh.