Hits: 777

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 29 Desember 2019 – Oleh Pdt. Peterus Rediwan

Percayakah kita bahwa Tuhan memegang kendali atas hidup kita. Apapun keberadaan kita selama tahun 2019, Tuhan tetap memegang kendali kehidupan kita. Kita mungkin berpikir semua sudah selesai karena tidak terjadi apa-apa di tahun 2019. Kita dibatasi oleh waktu, namun kita harus yakini bahwa Allah kita tidak dibatasi oleh waktu! Rencana-Nya tetap berjalan dalam kehidupan kita kalau kita tetap berada dalam lingkaran kasih karunia-Nya. Mungkin kita mengalami yang tidak enak tahun ini, namun sebenarnya Allah sedang dan terus bekerja dalam hidup kita untuk menggenapi rencana-Nya. Allah tetap punya tujuan yang mulia.

 Ayub 42:2 - "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Rancangan Tuhan memberikan tujuan yang mulia dalam hidup kita, tidak akan pernah gagal. Apa rancangan-Nya? Yeremia 29:11 - Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Namun ada bagian yang tetap harus kita kerjakan agar tujuan Allah yang mulia itu terjadi dalam hidup kita.

Hits: 381

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 22 Desember 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan punya tujuan yang mulia dibalik semua peristiwa yang kita alami. Nubuatan ketika Roh Kudus turun di hari-hari terakhir, Roh Kudus akan dicurahkan atas setiap manusia: Kisah Para Rasul 2:17 - Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Orang muda terima visi sehingga mengubah cara pandang mereka. Orang tua mendapat mimpi/impian.

Hits: 624

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 15 Desember 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Matius 1:23. Kita akan mengalami Tuhan beserta—Imanuel. Kalau Allah menyertai bukan sekadar beserta saja, kalau kita yakin dan ijinkan Dia yang menyertai bekerja dalam kita, maka Dia akan bekerja. Bagaimana kita mengalami bahwa Dia Allah yang besar? Yohanes 1:1, 14, firman adalah Allah sendiri, Yesus adalah firman yang menjelma menjadi manusia. Bagaimana kita mengalami penyertaan Allah yang besar?

Hits: 435

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 8 Desember 2019 Oleh Pdt Andrew M. Assa

Matius 7:24-25 – [7:24] "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. [7:25] Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Orang yang suka mendengar firman dan melakukannya tidak berarti bebas masalah. Ketika turun hujan, kemudian ada banjir, banjir tetap melanda semua. Lalu ada angin—tidak kelihatan tapi pengaruhnya dirasakan—angin kekuatiran, tawar hati. Yosua 1:9 - Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi." Yosua memang akan menghadapi babak baru di tanah Kanaan, ada tantangan. Tuhan tahu kita menghadapi tekanan besar, kita akan menggenapi janji Tuhan tapi jangan kecut  dan tawar hati. Ulangan 6:5, ketika Tuhan berkata, “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu,” pada awalnya “kelihatannya” Tuhan yang disenangkan tapi itu membuat keuntungan bagi kita. Berikan seluas-luasnya hati, jiwa dan kekuatan kita untuk mengasihi Tuhan, seluas itu juga Tuhan tanggung beban kita.

Hits: 348

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 Desember 2019 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan punya tujuan yang mulia untuk kita. Semakin seseorang tidak memenuhi syarat menurut pikiran manusia, sebetulnya semakin memenuhi syarat untuk diubahkan Tuhan.

Matius 8:2-5, mukjizat pertama dalam Perjanjian Baru, seorang kusta yang disembuhkan. Orang ini datang pada Yesus, ia merasa tidak memenuhi syarat, yang ia pertanyakan Tuhan mau tidak pulihkan saya? Yesus menjamah dan menyembuhkannya. Menurut peraturan Taurat (Imamat 13), orang kusta mendekat saja tidak boleh, tapi Yesus berkata, "Aku mau, jadilah engkau tahir.” Lukas 18:18-27, seorang yang merasa memenuhi syarat—semua Hukum Taurat sudah ia kerjakan—datang pada Yesus dan bertanya apa lagi yang harus dilakukan untuk memperoleh hidup kekal. Ketika Yesus menyuruh untuk menjual hartanya dan membagikannya untuk orang miskin, ia lebih rela untuk meninggalkan Yesus. Hartanya sudah menjadi berhala. Lukas 19, Zakheus orang kaya tapi merasa tidak memenuhi syarat ingin berjumpa dengan Yesus. Perjumpaannya dengan Yesus mengubah hidupnya, Zakheus yang tadinya seorang yang tamak berkata, "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."