Hits: 352

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 April 2019 – Oleh Pdt. Peterus Rediwan

Empati adalah kemampuan memahami kondisi karena mungkin pernah mengalami hal yang sama di masa lalu, maka muncul pemahaman dan penerimaan, disertai dengan tindakan yang nyata.

Lukas 24:26 - “Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”

Untuk seseorang bisa masuk dalam kemuliaan, maka orang tersebut harus mengalami kemenangan. Untuk mendapat kemenangan, seseorang harus mengalami peperangan dan perjuangan. Dalam peperangan, orang bisa mengalami ketakutan, termasuk takut kalah. Hal ini wajar dialami. Yesus pun pernah merasa takut.

Lukas 22:44 - “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” Ketakutan yang dialami Yesus beda dengan ketakutan kita, karena ketakutan kita selalu menyangkut pribadi kita. Dalam terjemahan KJV, tidak ditulis fear tetapi agony, yang artinya sebuah perjuangan yang luar biasa dan disaksikan banyak orang, melibatkan emosi, meskipun dalam perjuangan itu banyak mengalami penderitaan. Yesus bukan  penakut. Agony juga berarti pertandingan yang melatih diri untuk menjadi lebih baik.

Hits: 465

Ringkasan Khotbah Ibadah Paskah, 21 April 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Markus 16:9 - Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.

Berapa banyak kali orang berpikir Yesus menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena, pasti karena Maria Magdalena khusus pilihan Tuhan. Maria Magdalena bukan orang yang sempurna menurut ukuran manusia, darinya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Kalau Maria Magdalena dilawat Tuhan, kita juga dilawat oleh Tuhan kalau kita ijinkan Dia menjamah hidup kita.

Lukas 8:1-3.

Maria Magdalena adalah orang yang pernah dirasuk tujuh setan. Bicara tentang kerasukan setan itu juga bicara tentang penyakit. Sama seperti Zakheus, dalam hidupnya pernah ada roh tamak sehingga ia bekerja sebagai pemungut cukai yang tidak jujur. Yudas, dia cinta uang. "Kerasukan setan" tamak akan uang, gila kerja, gila kekuasaan.

Ketika Maria Magdalena dijamah oleh Tuhan, dia tidak jatuh miskin. Masa lalunya memang ia dedikasikan kepada roh jahat, supaya dia cantik, terima kekayaan, tapi ketika ia disembuhkan Tuhan, ia bersama perempuan-perempuan lainnya melayani Tuhan dengan kekayaan mereka. Mereka adalah orang yang diberkati. Yesus adalah pemilik jagad raya tapi dengan rendah hati Ia hidup dari ‘sumbangan’. Tuhan tidak butuh ‘sumbangan’ kita, tapi Ia menjadi miskin supaya orang-orang punya kesempatan menabur, menyokong pekerjaan Tuhan. Ketika Maria Magdalena dilawat Tuhan, ia hidup dengan empati, ia menopang pelayanan dengan apa yang ia miliki dan tetap ia kerjakan selama hidupnya.

Hits: 248

Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"

Wahyu 7:10

Bergabunglah dalam pujian kehidupan bahwa keselamatan kita adalah bagi Allah semata, karena kita milik-Nya.

Hits: 416

Ringkasan Khotbah Minggu Sore 14 April 2019 - Oleh Pdt. Rawuh Widodo

2 Timotius 3:1-5, di hari-hari terakhir manusia semakin egois, hanya mempedulikan diri sendiri. Manusia menjadi hamba uang. Manusia tidak tahu terima kasih, orang yang tidak tahu berterima kasih akan susah untuk bersyukur. Rasul Paulus mengatakan ini adalah masa yang sukar. Kondisi ini pernah dilihat oleh nabi Yesaya. Yesaya 60:2 - Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa. Masa yang sukar dalam bahasa aslinya menggunakan kata kalepos, yang artinya berbahaya. Matius 8:28, kata “berbahaya”, juga ditunjukkan saat menggambarkan orang gila di Gadara. Jika seseorang hidup di lingkungan yang berbahaya, perlu kewaspadaan.

Hits: 307

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 7 April 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan ingin kita hidup dengan empati, hidup di dalam kasih, bagaimana kita bisa mengasihi Tuhan dan bagaimana kita bisa mengasihi sesama.

Ester 2:21-23. Ketika Mordekhai menjadi tawanan di kerajaan Persia dan Media waktu itu, ada orang yang berikhtiar untuk membunuh raja Ahasyweros yaitu Bigtan dan Teresh. Mordekhai tidak menganggap hal itu sebagai pembalasan dari Tuhan untuk raja, dia melaporkan kepada raja tentang hal ini. Akhirnya Bigtan dan Teresh dihukum, tapi hal ini tidak diapresiasi, dianggap lumrah. Ketika kita lakukan firman Allah, lakukan hal yang baik dan tidak dihargai, teruslah lakukan karena upah kita besar di sorga. Selama di bumi kita akan alami penyediaan dari sorga. Lakukan firman sebagai warga Kerajaan Sorga.

Yudas 1:22 - And of some have compassion, making a difference [KJV]. Tuhan ingin kita hidup dengan empati. Dunia ini adalah dunia yang mulai kehilangan belas kasihan. Roh kekerasan mulai melanda tapi firman Allah katakan miliki belas kasihan, buatlah satu perbedaan. Kita buat perbedaan bukan karena peraturan.