Hits: 324

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 31 Maret 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesus adalah Panglima Besar, Komandan kita. Dalam dunia militer, ketika panglima sudah punya keputusan, anak buahnya akan taat pada keputusan itu. Berapa banyak kali kita punya kepercayaan Tuhan berkuasa, tapi hanya sekadar sampai pada sesuatu yang dipercayai dan tidak terhubung dengan Yesus, Komandan kita. Ketika Yesus menjadi Komandan hidup kita, biarlah kita berkata, “Saya mau taat!”

Mazmur 68:1-2 - ... Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Waktu Yesus berdoa di taman Getsemani, sepasukan prajurit Bait Allah datang mencari Yesus untuk menangkap-Nya. Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah (Yoh. 18:6). Ketika Allah bangkit, terseraklah musuh-musuh-Nya, tapi berapa banyak kali orang berpikir itu hanya sekadar firman. Ingat, firman adalah Allah sendiri, kuasa Allah. Amsal 4:20-22, ketika kita mengkonsumsi firman, kita mendapatkan kehidupan. Siapa yang menjadi ‘musuh-musuh’ kita? Permasalahan? Allah tidak pernah ciptakan manusia ada dalam permasalahan. Ketika manusia jatuh dalam dosa, dosa membuat manusia ada dalam permasalahan, tanah pun menjadi terkutuk, tapi ketika Yesus berdoa di taman Getsemani, keringat Yesus menjadi seperti tetesan darah yang menetes ke tanah, menebus tanah yang terkutuk. Ketika kita percaya Yesus, kita hidup sebagai orang yang telah ditebus, dan ketika Dia bangkit terseraklah musuh-musuh-Nya. Tapi apakah kita terhubung pada Yesus Komandan kita atau pada permasalahannya? Dua murid Yesus yaitu Yudas—terhubung dengan masalahnya dan coba menyelesaikan masalah dengan pengetahuan, dengan kekuatan, bahkan dengan firman yang dia tahu; dan Petrus—ketika ia sadar sudah bersalah, ia hanya mendekat kepada Yesus.

Hits: 322

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 24 Maret 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita sedang dipersiapkan menjadi mempelai surga. Allah mempersiapkan kita untuk perkara kekal, tapi Dia juga bertindak secara praktis dari hari ke hari. Firman Allah seperti proyeksi, akan terjadi di hari-hari depan kita. Dia tahu semua tentang kita. Matius 6:32-33, semua ‘dicari’ (epizeteo – dicari dengan ngotot) bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, tapi Tuhan berkata: “Carilah (zeteo – menyembah) dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” 2 Korintus 9:10</span></b><span lang="EN-US">, </span>menabur dengan iman, Allah yang menyediakan benih, memberi pertumbuhan dan melipatgandakan<span lang="EN-US">.

Kolose 2:9-10, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia [And ye are complete in him- KJV]. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.” Yesus 100% Allah, juga 100% manusia, Dia Allah yang Mahakuasa ketika menjelma menjadi manusia, Dia tahu kondisi manusia. Dalam keterbatasan kita, ketika kita percaya, kita sempurna di dalam Dia. Tuhan tidak pernah salah menciptakan kita, bahkan memperhitungkan kelemahan-kelemahan kita. Yohanes 1:16, dari kepenuhan-Nya, kita sudah menerima kasih karunia digantikan kasih karunia lagi (charis anti charisto) sesuai dengan tingkat usia kita.

Hits: 310

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 17 Maret 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ester 2:12 - Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: ...

Setiap calon ratu harus dirawat selama 12 bulan. Ketika ada di dalam aturannya Allah (firman-Nya yang kekal)—seringkali sepertinya mengkondisikan yang tidak enak buat daging— supaya bau harum Kristus makin meresap dalam hidup kita karena kita lebih meresponi firman. Ketika itu dijalani oleh para gadis calon ratu, khususnya Ester, Ester punya hak istimewa (ay. 13). Ketika dididik Mordekhai, Ester punya sukacita, tidak pernah protes dengan keadaannya (seorang tawanan dan yatim piatu).  Hasilnya ketika ia hendak menghadap raja, apa saja yang ia minta diberikan. Sekalipun Ester punya hak istimewa, ia tidak menghendaki apapun selain yang disarankan oleh Hegai (ay. 15). Kita punya hak istimewa untuk menghadap Raja segala raja, tapi bertanyalah pada Roh Kudus yang akan menuntun, memberitahu kehendak-Nya (Yoh. 14:26). Ketika Ester punya sikap saya mau menerima apapun, Ester menimbulkan kasih sayang setiap orang.

Kerajaan Allah seperti seorang tuan yang mencari pekerja-pekerjanya, bukan pekerja yang mencari tuannya. Matius 20:1-8. Ada lima kali tuan ini mencari/memanggil pekerja mulai jam 6 pagi, jam 9 pagi, jam 12 siang, jam 3 sore dan jam 5 sore. Kita termasuk pekerja-pekerja yang dipanggil jam 5 sore (akhir zaman, menjelang kedatangan Yesus kedua kali).

Hits: 384

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 10 Maret 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ibrani 8:10-12. Kalau Tuhan berkata,  “Sebab aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka,” kenapa kita ragu? Ibrani 10:17, Yeremia 31:31-34. Tuhan sudah ampuni dosa kita, bukan karena korban kita, tapi karena korban Yesus di kayu salib. Kuasa Tuhan lebih besar dari dosa kita. Kita harus lebih percaya kepada firman.

1 Samuel 8,ketika bangsa Israel minta seorang raja, mereka menolak kepemimpinan Tuhan. Mereka meminta sesuatu yang nyata. Tuhan tetap ingin menjadi Allah mereka dan mereka menjadi umat-Nya. Akhirnya  Samuel mengurapi Saul menjadi raja Israel. 1 Samuel 10:1 - Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak [a vial of oil – KJV], dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: “Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh disekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri. Hubungkan dengan Wahyu 16:1 - … and pour out the vials of the wrath of God upon the earth. Buli-buli (vial) artinya cawan. Cawan erat hubungannya dengan murka Allah. Saat Saul diurapi, Samuel membawa buli-buli atau cawan minyak. Saul sudah ada di bawah kepemimpinan Allah, tapi dia selalu seperti ada di bawah murka, sehingga dalam kehidupan Saul pesan yang keluar dari hidupnya selalu tentang kemarahan.

Hits: 327

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 Maret 2019 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ester 2:12 - Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.

Apakah kita bangga berada dalam kehendak Tuhan? Ketika di dalam kehendak Tuhan, sepertinya ada di dalam aturan seperti yang dialami Ester. Di zaman itu Ester sedang mengikuti “audisi” ratu Persia selama 12 bulan. Ketika sedang dipersiapkan untuk jadi mempelai Kristus, sepertinya kita tidak punya kehendak bebas, menjadi “kebun tertutup dan mata air termeterai” (Kid. 4:12). Sebetulnya saat seperti kebun tertutup dan mata air termeterai, kita alami kebebasan sejati. Namun, ketika benar-benar bebas tanpa ada aturan, itu sebenarnya adalah penjara.