Di Bawah Kepak Sayap-Nya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 30 Juni 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Mazmur 91:4 - Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Bicara berlindung di bawah sayap Tuhan, konotasi orang Yahudi yaitu berlindung di bawah kaporeth (mercy seat, tutupan pendamaian). Tutupan pendamaian di atasnya ada dua kerub yang terbuat dari sebongkah emas yang ditempa. Di bawah sayap pendamaian di situ akan dipercikkan darah, sehingga di tengah-tengah-Nya Allah akan hadir. Ini dilakukan setahun sekali oleh imam besar. Musuh boleh saja sangat besar, tapi kehadiran Tuhan membuat mereka mengalami kemenangan besar, membuat mereka menikmati perkara yang besar. Ketika kita di bawah perlindungan Allah Yang Mahatinggi, Dia akan bawa kita akan mengatasi segala bangsa. Bangsa Israel bangsa yang kecil, tapi janji-Nya tidak mungkin gagal. Secara alamiah kita bukan keturunan mereka, tapi Galatia 3:7 mengatakan bagi kita yang percaya kepada korban Yesus, kita pun berhak menikmati berkat Abraham, sehingga di bawah kepak sayap-Nya kita akan berlindung.

Tidak Dibutakan Kegelapan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Juni 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Kegelapan itu ketika cahaya absen, maka ada kegelapan. Kegelapan dan gelap berbeda. Ada kegelapan yang tidak membutakan. Kehidupan kita bisa alami terang dan gelap. Selama bumi masih ada, terang dan gelap itu ada. Janji Tuhan, sesudah peristiwa banjir yang terjadi di zaman Nuh: Kejadian 8:22 - Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam." Berapa banyak kali kita berharap selalu terang, tidak pernah ada gelap. Kadang kita takut pada gelap. Gelap boleh ada, tapi kegelapan tidak akan membutakan kita kalau kita tahu kebenaran firman Tuhan, ada terang yang Tuhan sediakan. Siang dan malam pun diciptakan Tuhan. Sejak awal zaman Allah ijinkan ada petang, ada pagi.

Juruselamat -- Pemberi Kehidupan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 9 Juni 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

1 Petrus 1:18-19 - Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Rancangan penebusan: ayat 20 - Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Dunia = cosmos, sebelum ada penciptaan, sebelum ada dosa, Allah sudah merancangkan Yesus harus mati. Berapa banyak kali kita selalu punya pola pikir gara-gara iblis buat masalah maka rencana keselamatan baru diresponi Tuhan. Berarti penebusan hidup kita pun sudah dirancangkan sebelum dunia dijadikan. Efesus 1:4, Allah sudah memilih kita sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya lewat korban Yesus. Allah tahu kondisi kita, Allah sudah punya rancangan. 1 Korintus 2:7, ini adalah pikiran Tuhan yang sudah ada sebelum dunia dijadikan. Perjanjian Baru tiga kali menuliskan bahwa rancangan keselamatan itu sebelum dunia dijadikan. Hidup kita berharga, kita dipikirkan Allah sebelum dunia dijadikan

Semakin Mengenal Semakin Serupa Dengan Dia

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 16 Juni 2024 Oleh Pdp. Santi Lamba

 

Hosea 6:3 - Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

 

Ini kunci pemulihan bangsa Israel dengan Tuhan. Mengapa mereka menerima sebuah ajakan untuk kembali sungguh-sungguh mengenal Tuhan? Kondisi mereka mengalami kemerosotan moral dan kehilangan hubungan dengan Tuhan? Hosea 4:1-2. Bagaimana dengan kita?

Mengenal Tuhan Lebih Sungguh

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Juni 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Hosea 6:3 - Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." Mari berusaha sungguh-sungguh kenali Tuhan, bukan hanya sekadar bergereja, saya sudah menjadi orang Kristen. Kenalilah Allah kita. Ketika Tuhan bawa kita untuk makin mengenal Tuhan, menguduskan kita, tujuannya bukan untuk kepentingan Tuhan. Kepentingan, keuntungannya buat kita. Kita akan menikmati pertolongan tepat pada waktunya. Tidak pernah rugi mengenal Tuhan. Tuhan pasti muncul seperti fajar. Setiap hari fajar adalah suatu keniscayaan. Tuhan ingin kita mengenal Dia.

 

Bagaimana kita mengenal Tuhan?