Allah Melihat Kita Dalam Janji-Nya Kepada Abraham
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 9 September 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Wahyu 3:8b “Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” Datanglah beribadah bukan karena terikat sebuah peraturan, tetapi karena kita sadar kekuatan kita terbatas. Oleh sebab itu berlindung dalam naungan Allah yang Mahatinggi.
Mazmur 91:1 “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa”. Ketika kita taat pada firman Allah, sebenarnya kita ada di bawah naungan sayap Tuhan. Saat kita beribadah, kita datang pada naungan Yang Mahakuasa. Demikian juga dengan Abraham, dimana pun dia tetap mendatangi naungan Tuhan dengan mendirikan mezbah. Allah melihat kita dalam janji-Nya pada Abraham. Setiap kita mengikut iman Abraham yang disebut bapa orang beriman. Filipi 4:6, Allah tidak hanya memenuhi kebutuhan rohani kita, tetapi juga dalam segala hal. Kadang kita punya keinginan, nyatakan dalam doa dan ucapan syukur. Berapa kali kita tidak sadar bahwa status kita adalah anak Allah, anak penguasa jagat raya, kita mulai kuatir dalam situasi kita. Kemana pun kita pergi, status anak Allah tetap disandang. Keluaran 2:23 Situasinya Israel dalam perbudakan di tanah Mesir setelah dipanggil Yusuf, tetapi mereka diberi kuasa oleh Allah. Selama umat Israel berada di Mesir, Mesir menjadi pusat peradaban dunia. Tanpa kita sadari, keberadaan kita sedang memberkati tempat yang kita diami.

