Tepatkan Langkahku Seirama Dengan Hati-Mu

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Oktober 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Allah adalah Allah yang setia, paling tahu yang kita perlukan. Dia sudah berikan yang terbaik bagi kita. Allah punya rancangan yang terbaik, tetapi ada urutannya, kita juga harus ikuti langkah-langkah-Nya, jangan terburu-buru. Saat kita mengikuti urutannya Allah, itu lebih tepat. Ada yang baik, ada yang berkenan, Tuhan punya yang sempurna, yang Tuhan ingin berikan pada kita. Mazmur 57:8-11, Mazmur ini digubah Daud dalam situasi yang terjepit dan ketakutan (Mazmur 57:1). Bersama dengan 400 pengikutnya, Daud bersembunyi di gua Adulam dan Saul sudah ada di sekeliling gua. Dalam kondisi itu, Daud berkata Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! Menurut urutan waktu, harusnya dia berdiam diri dan memikirkan harus berbuat apa untuk menyelamatkan dirinya dan pasukannya. Tetapi Daud punya sikap hati untuk memuliakan Tuhan dan tidak mencari perlindungan yang lain.

Sikap hati Daud yang terangkat pada Tuhan, itu menentukan langkah berikutnya.

Bangun Mezbah, Keluarga Dan Pekerjaanmu

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 Oktober 2021 Oleh Pdt. Peterus Rediwan

Kejadian 26:25 - Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.

Kapan Ishak mendirikan mezbah di hadapan Tuhan? Sesudah Tuhan menampakkan diri kepadanya (ayat 24). Ketika Allah menampakkan diri, Tuhan berkata jangan takut. Saat itu Ishak sedang mengalami ketakutan, kecemasan, gelisah. Karena selama ini dia harus pindah dari satu tempat ke tempat lain. Setiap berada tempat yang baru, Ishak diganggu oleh orang-orang Filistin. Ketika terjadi kelaparan Ishak pindah dari Kanaan ke Gerar dan Allah memberkati Ishak dengan luar biasa sehingga ia menjadi sangat kaya. Ishak seorang pendatang, tapi kekayaannya melebihi penduduk asli di situ. Hal ini membuat orang-orang Filistin iri dan cemburu kepadanya (Kejadian 26:13-14).

Kejadian 26:16, Abimelekh raja Filistin menyuruh Ishak untuk pergi dari tengah-tengah mereka. Ishak lalu pergi dari kota Gerar ke lembah Gerar. Yang terjadi, ....

Reaksi Atau Respon

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 10 Oktober 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yakobus 1:19-21,Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”

Reaksi adalah sebuah tanggapan spontan dan alamiah. Respon adalah jawaban yang diutarakan atau tertulis, hasil sebuah pemikiran. Tuhan ingin kita cepat mendengar, lambat untuk berkata-kata dan lambat untuk marah. Zaman sekarang kita banyak mendengar dari banyak hal, dari berbagai sisi media yang bisa membangkitkan amarah. Amarah sama seperti murka, marah yang tidak terkendali. Amarah tidak mengerjakan kebenaran. Ketika kita punya hati yang terarah pada Tuhan, kita terima firman, ijinkan firman bekerja dalam hati sehingga dalam menanggapi segala sesuatu, kita meresponinya berdasarkan firman yang kita terima.

He's Been Faithful

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 17 Oktober 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika Allah mengasihi kita, Dia memimpin hidup kita dari kebenaran kepada segala kebenaran. Dia tidak pernah memimpin kita kemudian membiarkan kita. Inilah yang disebut Dia setia. Di saat kita tidak setia, Dia tetap setia dan dalam kasih-Nya Dia mau memimpin kita.

Ratapan 3:22-23 - [3:22] Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, [3:23] selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Tuhan ingin kita lebih menyadari tentang kasih-Nya, karena ketika kita lebih fokus dan menyadari tentang kasih-Nya, di situlah kita bisa bertumbuh. Iblis seringkali berkata, Tuhan sudah ampuni dosamu, ingat introspeksi diri. Iblis terus membuat kita lebih fokus pada diri kita sendiri daripada kepada Allah yang besar kasih-Nya. Kabar buruknya ketika kita terus introspeksi, kita tidak menjadi lebih baik. 1 Yohanes 3:19-21, kita berasal dari kebenaran, kita bisa tenangkan hati kita di hadapan Allah, karena seringkali hati kita tidak tenang, merasa tertuduh karena tuduhan-tuduhan iblis. Allah lebih besar dari perasaan hati kita, Allah tahu dosa kita. Ketika kita datang kepada-Nya, kekudusan-Nya yang menjamah, menyembuhkan, dan mentahirkan kita. Inilah Allah yang mengasihi kita. Ketika kita hanya terfokus pada diri kita, sebenarnya menjauhkan kita dari Allah dan bagaimana akan terjadi pemulihan? Ketika dengar firman, menghampiri tahta kasih karunia, di situlah kita dibasuh.

Berpijak Dengan Iman

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 Oktober 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Apapun kondisinya, apapun musimnya, biarlah hati kita terarah pada Tuhan. Kejadian 26:25 - Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ. Saat itu terjadi kelaparan di sana (ayat 1). Tuhan berfirman kepada Ishak supaya jangan pergi ke Mesir, tapi tinggal di Gerar. Karena menurut pikiran, di Mesir ada sungai Nil yang tidak pernah surut, lembah Nil dianggap daerah yang subur. Waktu Ishak menabur, saat itu musim kering. Secara logika, apa untungnya menabur di musim kering? Kalau Tuhan perintahkan kita menabur, Tuhan tidak ingin membuat kita jadi miskin, Tuhan sediakan benih. 1 Korintus 3:7-9, kalau benih ditabur, Allah yang memberi pertumbuhan. Tetap ada upah, hasil, pelipatgandaannya. Waktu kita menabur dengan iman, kita jadi mitra kerjanya Allah. Kalau kita taat, Allah menjadi pemilik saham mayoritas dalam hidup kita. Kabar baiknya, Ia akan bertanggung jawab atas hidup kita.